Erick Thohir Bela PLN

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri BUMN Erick Thohir membela PLN dari keluhan masyarakat soal tagihan listrik yang naik dalam beberapa waktu terakhir. Ia menekankan tagihan listrik masyarakat bengkak bukan karena tarif dasar listrik naik.

Ia mengungkapkan tagihan listrik masyarakat seolah-olah bengkak karena pencatatan penggunaan listrik yang semula dilakukan secara bulanan sempat tidak bisa dilakukan karena pandemi corona.

Hal ini membuat petugas PLN tidak bisa mencatat penggunaan tersebut, namun begitu bisa kembali mencatat ternyata penggunaan pelanggan meningkat dan baru ditagihkan.

“Isu sekarang kok tagihan naik? Kan bukan naik, tapi dari yang (dicatat) bulanan, tapi karena covid-19 jadi baru ditagihkan. Padahal itu tagihan beberapa bulan jadi satu,” ujar Erick.

Menurutnya, wajar bila hasil pencatatan terbaru dari PLN kemudian ditagihkan ke pelanggan pada bulan berikutnya. Sebab, mekanisme konsumsi listrik memang demikian, yakni menggunakan dulu, baru dibayarkan.

“Memang kita (masyarakat) kan biasa, kalau tidak ditagih lupa, kalau ditagih marah, padahal ada break down-nya,” katanya.

Erick juga meminta masyarakat tidak mengeluhkan lagi persoalan bengkaknya tagihan listrik itu. Sebab, PLN pun sudah memberikan solusi, yaitu pelanggan bisa mencicil pembayaran listrik dalam tiga kali pembayaran selama tiga bulan ke depan. (*)

BERITA REKOMENDASI