Erick Thohir Segera Bentuk Holding Rumah Sakit

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bakal melanjutkan pembentukan holding rumah sakit. Setelah dibentuk, induk holding rencananya menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ya kan salah satu metode supaya tata kelola perusahaan itu terjaga dengan go public. Kalau go public semua orang mengawasi," ucap Erick.

Namun, Erick menyatakan masih mengkaji pembentukan skema holding rumah sakit secara matang. Sejauh ini, belum ada hitungan mengenai jumlah rumah sakit yang akan menjadi anggota holding dan perusahaan mana yang menjadi induknya. "Strukturnya masih dibahas. Pemiliknya nanti BUMN-BUMN yang punya rumah sakit," ujar Erick.

Ia bilang potensi bisnis rumah sakit milik BUMN nantinya akan lebih baik setelah dibentuk holding. Masalahnya, rata-rata rumah sakit BUMN merupakan anak dan cucu dari perusahaan. Ini artinya bisnis rumah sakit bukan jadi fokus utama perusahaan.

Namun, setelah ditelisik, keuntungan yang diraih rumah sakit BUMN terbilang cukup positif. Saat ini saja, lanjut Erick, rata-rata pendapatan rumah sakit BUMN sebesar Rp5 triliun per tahun. "Nah ini kan cukup potensial. Sayang kalau tidak jadi bisnis utama," terang dia.

Ia berencana menaikkan kualitas dan pelayanan dari rumah sakit BUMN setelah dibentuknya holding. Dengan demikian, masyarakat akan lebih banyak berobat di dalam negeri.

"Di sektor kesehatan itu neraca perdagangan Indonesia defisit sampai US$6 miliar. Bisa dilihat bahwa banyak orang Indonesia mengecek kesehatan di luar negeri. Industri kesehatan di Indonesia mohon maaf belum dipercaya," jelas Erick. (*)

BERITA REKOMENDASI