Fasilitasi Pencari Kerja, Kemnakar Luncurkan PES Inklusif

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan layanan Public Employment Services Inclusion (PES Inklusif) untuk memfasilitasi kebutuhan para pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja, sehingga dapat memaksimalkan jumlah tawaran kesempatan kerja yang tersedia bagi pencari kerja.

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker Nurahman sebelumnya meluncurkan PES Inklusif, di Cikarang, Jawa Barat mengemukakan, saat ini PES Inklusif masih dalam tahap uji coba dan berlokasi di Kawasan Industri MM 2100 Cikarang, Bekasi, tepatnya di Bonded Center. "Kita berharap ke depannya bisa didirikan juga di kawasan-kawasan industri lainnya," katanya di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

PES Inklusif, jelasnya, merupakan institusi pasar tenaga kerja utama, yang secara langsung bertanggungjawab kepada pemerintah. Dibentuk untuk memfasilitasi integrasi pasar kerja, pencari kerja, serta pemberi kerja. Tujuan PES Inklusif adalah untuk memberikan instrumen komunikasi dan inklusif, antara pemberi kerja dan pencari kerja. Jadi, perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan bisa melapor ke PES Inklusif untuk mendapat publikasi.

"Karenanya, PES Inklusif didirikan dan berlokasi di kawasan industri. Kami memilih kawasan industri sebagai lokasi PES Inklusif supaya lebih mendekatkan fungsi pelayanan antara perusahaan yang membutuhkan dan pencari kerja," tutur Nurahman.

Layanan penempatan tenaga kerja harus diorganisir untuk memastikan rekrutmen dan penempatan tenaga kerja yang efektif. Tugas penting dari layanan penempatan tenaga kerja, imbuhnya, untuk memfasilitasi organisasi pasar kerja sebaik mungkin. Untuk itu, Nurahman berharap, melalui PES Inklusif ke depannya pelayanan terhadap para pencari kerja baik dari masyarakat umum maupun penyandang disabilitas akan lebih baik.

Jadi, melalui layanan ini, informasi pasar kerja tidak hanya tersedia bagi masyarakat umum, akan tetapi juga bagi penyandang disabilitas. Hal ini, menurut Nurahman, sesuai dengan amanat UU Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, di mana perusahaan swasta wajib memperkerjakan para penyandang disabilitas dengan kuota minimal satu persen dari total karyawan.

Sementara bagi instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk memenuhi kuota difabel sebesar 2 persen. Selain layanan PES Insklusif ini, kata Nurahman, perusahaan juga bisa mempublish lowongan pekerjaan secara online melalui www.infokerja.kemnaker.go.id. (Ful)

BERITA REKOMENDASI