Festival Sape Sono Buat Takjub Wisman

PAMEKASAN, KRJOGJA.com – Pemandangan unik tersaji di Stadion Raden Sunarto, Pamekasan, Madura, Sabtu (20/10/2018). Dengan digelarnya festival Sape Sono yang diikuti oleh 30 pasang sapi dari empat kabupaten yang ada di Pulau Garam tersebut. 

Sape Sono sendiri ibarat fashion show. Namun jangan salah, untuk kali ini bukan wanita-wanita cantik yang berlenggak-lenggok di atas catwalk. Akan tetapi sepasang sapi perempuan yang sudah didandani dengan hiasan khas Madura.

Sape Sono sendiri menjadi salah satu daya tarik budaya yang masuk dalam rangkaian Kemilai Madura 2018. Hal itu pun bisa dibuktikan dengan hadirnya ribuan masyarakat Madura yang antusias menyaksikan pergelaran Sape Sono meski dibalut terik matahari yang begitu panas di Pamekasan. 

Tidak hanya warga lokal yang ikut hadir menyaksikan budaya pergelaran unik tersebut. Akan tetapi turut juga hadir puluhan wisatawan asing. Kenneth Henry berserta anak dan istrinya adalah salah satu wisman yang turut menyaksikan. Wisman asal Australia itu mengaku takjub dengan pergelaran Sape Sono.

“Saya baru pertama kali datang ke Madura dan juga baru pertama kali melihat Sape Sono. Jujur saya takjub, Sapi yang biasanya berlari kesana kemari, bisa tenang dan berjalan dengan sangat-sangat anggun. Ini hal baru dan sangat menarik,” ungkap Henry. 

Harapan tinggi agar dunia wisata di Madura khususnya Pamekasan juga disampaikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Salah satu yang mengharapkan, event-event di Madura bisa menjadi daya tarik wisman untuk datang juga disampaikan ketua Tp 100 Calender of Event (CoE) Kemenpar, Esthy Reko Pujiastuti. (*)

BERITA REKOMENDASI