Festival Sriwijaya Jadi Etalase Seni dan Budaya

PALEMBANG, KRJOGJA.com – Pelaksanaan event Festival Sriwijaya sempat diliburkan beberapa saat karena bersamaan dengan Hari Raya Idul Adha. Namun, festival telah dilanjutkan. 

Kini, Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang, yang diubah menjadi panggung. Festival ini menjadi etalase bagi beragam atraksi seni budaya terbaik Bumi Sriwijaya.
 
"Festival Sriwijaya sempat diliburkan beberapa hari. Hal ini terkait dengan perayaan Idul Adha. Namun sejak Jumat malam, festival sudah digulirkan kembali. Ada beragam parade seni dan budaya," ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh.
 
Festival Sriwijaya digulirkan untuk menyemarakan agenda Asian Games 2018. Festival ini langsung menyajikan beragam kekayaan khas Bumi Wong Kito. 
Usai jeda, Festival Sriwijaya memberi ruang bagi Kabupaten OKU Selatan untuk mengeksplorasi semua potensinya.

Drama Legenda Danau Ranau pun disajikan. Danau Ranau sangat familiar, seperti halnya Danau Toba di Sumatera Utara. Ada beragam versi latar belakang tercipatanya Danau Ranau. Secara sains, Danau Ranau ini terbentuk karena efek gempa tektonik dan letusan gunung berapi. Background danau ini adalah Gunung Seminung dengan ketinggian 1.800 mdpl, tebing, plus deretan perbukitan. Namun, masyarakat di sana memiliki legenda unik dengan aktor Si Pahit Lidah (Serunting) dan Si Mata Empat. 
 
Show Festival Sriwijaya edisi Jumat (24/8) pun ditutup aksi Tarian Anak Limao. Semua atraksi budaya ini pun tetap menempatkan eksotisnya Bumi Serasan Seadanan, OKU, sebagai tema besarnya. Event diakhiri tepat pukul 21.00 WIB.  

“Meski hanya dua jam, tapi konsep hiburan yang ditampilkan ini luar biasa. Pengunjung pun banyak ikut terhanyut dengan suasana cerita yang dibangun. Yang jelas, Festival Sriwijaya ini jangan sampai terlewatkan karena masih banyak keseruan yang disajikan setiap malamnya,” tutur Masruroh. (*)

 

BERITA REKOMENDASI