Filipina Harus Tingkatkan Kualitas Polisi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Pengamat menilai Filipina harus meningkatkan kualitas kemampuan polisi serta bekerja sama dengan negara tetangga. Dalam setahun terakhir, kelompok militan Abu Sayyaf yang beroperasi di Filipina selatan kerap meluncurkan serangkaian serangan dan penculikan terhadap warga negara asing, termasuk dari Indonesia.

Wilayah selatan Filipina, seperti Mindanao dan Sulu, merupakan markas berbagai kelompok militan Islam, termasuk Abu Sayyaf. Sebanyak delapan anak buah kapal warga negara Indonesia hingga kini masih dalam penyanderaan Abu Sayyaf.

Menurut pengamat senior dari International Center for Transitional Justice (ICTJ), Ruben Carranza, tak hanya peran militer yang harus dimaksimalkan, melainkan juga peran polisi. Pengamat yang pernah bekerja di Departemen Pertahanan Nasional ini memaparkan dia turut membantu merancang kebijakan yang kemudian diadopsi sebagai undang-undang modernisasi militer Filipina. Salah satu interpretasi penting dari UU itu adalah bahwa peran militer seharusnya hanya di ranah keamanaan eksternal dan pertahanan.

Sementara, kemampuan dan kewenangan polisi setempat harus diperluas agar dapat mengawasi perekrutan Abu Sayyaf. Carranza memuji peran pemerintahan mantan presiden Benigno Aquino yang berhasil menciptakan kemajuan dalam proses perdamaian dengan sejumlah kelompok militan di Filipina Selatan, termasuk dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF).

Proses perdamaian itu, menurut Carranza, seharusnya tak hanya diterapkan dengan melucuti senjata atau pembagian kekuasaan daerah dengan para pemimpin militan, namun juga harus mampu menciptakan pembangunan dan keadilan bagi warga setempat. (*)

BERITA REKOMENDASI