Firli Bahuri : KPK Bekerja Bukan karena Pesanan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan pernyataan tertulis tentang dinamika yang terjadi di lembaganya, Sabtu (30/4/2022). Firli menegaskan bahwa KPK merupakan lembaga publik independen, bertujuan menegakkan hukum dan bukanlah lembaga politik.

Pernyataan Firli disampaikan setelah beberapa peristiwa dan agenda konferensi pers yang mengembangkan berbagai isu dan komentar di seputar KPK dan pemberantasan korupsi. Ia mengaku terus memantau dan mendengar apapun yang menjadi aspirasi masyarakat sebagai wujud KPK lembaga publik.

“Meskipun ada banyak aspirasi dan demonstrasi di dunia nyata dan di dunia maya, kami di KPK akan terus juga bekerja sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang undangan, kita pegang teguh dan jalankan asas asas pelaksanaan tugas pokok KPK bukan karena desakan, opini, apalagi mimpi atau halusinasi,” tegas Firli dalam pernyataan tertulis itu.

Penegakan hukum menurut Firli adalah hal nyata bukan fiksi atau misteri sehingga KPK bekerja bukan karena pesanan, tapi diuji dengan kebenaran, kecukupan bukti yang kesemuanya hasil hasil kerja kpk  diuji akhir di peradilan. Keputusan pada masa depan ada di tangan yang mulia para hakim.

“Dengan keterbukaan dan kebebasan semua bisa bersuara, bahkan suara yang dulu tidak pernah terdengar sekalipun sangat nyaring tapi kini suara senyappun terdengar dengan keras dan nyaring. Saya dan KPK tidak ada kepentingan dan saya tidak bermain politik. Kami kerja sesuai fakta hukum dan bukti yang cukup. Kami tidak akan pernah mentersangkakan seseorang tanpa bukti yang cukup,” tegasnya.

Firli menegaskan KPK akan terus bekerja hingga Indonesia bebas dari korupsi dan semua yang terjadi di KPK bukan peristiwa politik namun peristiwa penegakan hukum yang berbasiskan kepada fakta dan alat bukti serta ketentuan hukum yang berlaku baik hukum formil maupun hukum materiil nya.

“Kami mendengar saran dan masukan sebagai bagian integral dari proses memperbaiki lembaga kami. Bukan sebagai proses untuk mempengaruhi apalagi membelokkan arah pemberantasan korupsi,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI