Framing Berita Hoaks Berpotensi Merusak Hukum dan Demokrasi

JAKARTA,KRJOGJA.com – Pengamat politik, pegiat media dan media sosial, Ninoy Karundeng, mengecam media yang dinilai melakukan pemberitaan yang tidak profesional, cenderung sebagai hoaks. Salah satunya melalui framing menyerang polisi melalui opini sehingga berpotensi merusak hukum dan demokrasi.

“Beberapa di antaranya ada berita yang menyerang Polisi terkait kematian 6 orang teroris FPI di KM 50, sehingga polisi tersudutkan. Lalu ada hoaks pertemuan antara Moeldoko dan Megawati di Teuku Umar, yang telah dibantah dengan tegas dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya,” kata Ninoy dalam keterangannya.

Ditambahkan oleh Ninoy, ada beberapa media yang secara sengaja membuat hoaks yang seolah memiliki dasar kebenaran, sehingga bisa mengecoh publik dengan pemberitaan.

BERITA REKOMENDASI