Fredrich Tegaskan Kasusnya Tak Layak Dipidana

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Terdakwa perkara merintangi penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP, Fredrich Yunadi mengklaim dirinya yang berprofesi sebagai advokat tak bisa dipidana. Ia juga menyebut perkara yang menjeratnya tak laik dibawa jaksa penutut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke pengadilan.

"Advokat enggak dapat dituntut. Enggak ada alasan apapun jaksa membangkang konstitusi," kata Fredrich saat membacakan pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (22/06/2018).

Fredrich menjelaskan bahwa dalam kasus korupsi e-KTP, dirinya membela mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) sesuai dengan profesinya sebagai advokat. Dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan perkara 26/PUU-XI/2013 terkait dengan pengujian Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2003, menurut dia, advokat memiliki hak imunitas di dalam dan luar pengadilan.

"KPK wajib, tunduk, dan mentaati putusan MK bahwa advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk membela kliennya di dalam maupun di luar sidang pengadilan," ujarnya.

Dengan dasar tersebut, ia menyebut KPK membangkang peraturan perundang-undangan lantaran menetapkan dirinya sebagai tersangka. (*)

KPK

BERITA REKOMENDASI