Ganjar Pranowo dan Emil Dardak Apresiasi Guru Kreatif, Sepakat Pendidikan Karakter  untuk Cegah Tekanan Mental dalam Belajar 

Editor: Ary B Prass

JAKARTA, KRJOGJA.com– Besarnya potensi penyakit mental (mental illness) anak dan remaja di tengah pandemi mendorong NET menggagas kegiatan berbagi inspirasi untuk guru dan orangtua secara online tentang pendidikan karakter.  Dua tokoh muda di Indonesia, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur), bersama praktisi pendidikan karakter  DR Ratna Megawangi berbagi inspirasi secara virtual  melalui Youtube Live  dan Facebook Live NET Mediatama, Jumat (26/11/2021).
Kondisi pandemi memang bukan menjadi  hal yang bisa ditawar lagi dan perlu disikapi dengan baik dalam mengembangkan kegiatan belajar mengajar di  rumah.
“Ibarat musim  hujan. Kan kita ga mungkin di rumah saja, harus berinovasi mencari payung atau pakai mantel. Pasti kita akan terus coba cari jalan terbaik.  Saya berterima kasih kepada guru-guru yang  sangat kreatif dan memahami situasi”, tukas Ganjar Pranowo dalam kegiatan berbagi inspirasi Hari Guru Nasional secara online bersama NET.
Data dari  Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization (WHO))  mengatakan 1 dari 4 remaja di usia  16-24  tahun menderita gangguan kesehatan kejiwaan.  Riset Kesehatan Dasar juga menunjukan lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, bahkan 12 juta lebih mengalami depresi.
Transisi dari remaja ke dewasa merupakan masa krusial  dimana remaja dihadapkan dengan tantangan dan pengalaman barunya dalam kehidupan. Selain  mulai memiliki  status hukum dan tanggungjawab, fase transisi  periode tersebut cukup kritikal karena  mereka  mengalami perkembangan biologis, psikologis, dan emosional.
Guru dan orangtua adalah figur yang bisa mencegah potensi penyakit mental di kalangan generasi penerus bangsa. Perannya dapat menekan potensi penyakit mental melalui bimbingan dan pendampingan dengan pendekatan pendidikan holistik berbasis karakter di sekolah maupun di rumah.
Spesial di Hari Guru Nasional, NET bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) berbagi  inspirasi dan virtual “Cegah Mental Illness Lewat Pendidikan Holistik Berbasis Karakter”.
“Untuk menjaga kesehatan mental anak, kita sebagai pendidik harus terampil dengan membuat anak selalu  happy dalam belajar. Belajar daring membuat mereka bosan. Mereka  perlu berinteraksi dengan bahagia dalam bersekolah.  Selama belajar  di rumah pun orangtua perlu menjaga komunikasi sehingga anak  menjadi nyaman. Jangan malah terus diomelin karena nilainya belum sesuai”, jelas DR Ratna Megawangi, pendiri Indonesia Heritage Foundation yang aktif menginisiasi pengembangan guru lewat pendidikan holistik berbasis karakter.
“Anak saya kelas 2 SD dan yang kecil masih TK. Kalo saya tanya selalu bilang lebih seneng belajar di sekolah daripada di  rumah, karena suasananya.  Saya bersyukur sekolah anak saya terus mengembangkan inovasi dengan melakukan interaksi di tengah pandemi. Dalam situasi seperti  saat ini guru memang perlu kreatif dalam berinovasi mengantisipasi keadaaan agar kegiatan belajar mengajar tetap aman dan nyaman”, ujar Emil Dardak dalam sessi Sharing bersama NET tersebut.

BERITA REKOMENDASI