Ganjil-Genap Akan Diterapkan di Yogya, Kamu Setuju?

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong Pemerintah Provinsi atau daerah untuk mulai menerapkan kebijakan pengaturan kendaraan pribadi berplat nomor polisi ganjil dan genap di ruas-ruas jalan yang lalu lintasnya sangat padat. Rekayasa lalu lintas ganjil-genap yang saat ini sudah diterapkan di sejumlah ruas jalan di Jalarta, dinilai sangat efektif untuk mengatasi kemacetan.

"Kita dorong Pemerintah Provinsi dan daerah untuk mulai melakukan kajian penerapan ganjil-genap. Jadi jangan menunggu sampai lalu lintasnya tidak bergerak baru dilakukan pengaturan," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Budi mengungkapkan, rekayasa lalu lintas ganjil-genap sudah ditawarkan ke sejumlah daerah, yakni Denpasar, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Medan dan Bandung. "Di beberapa kota tersebut, sejumlah ruas jalannya sudah sangat padat pada jam-jam tertentu," ujarnya.

Budi menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyusun regulasi penerapan ganjil-genap di daerah. "Aturan ini akan diberlakukan di Jalan Nasional yang akan diterapkan ganjil-genap di sejumlah kota di Indonesia," jelasnya.

Salah satu kota yang dalam waktu dekat akan diberlakukan kebijakan ganjil-genap adalah Denpasar, Bali. Aturan tersebut mulai diberlakukan 6 Oktober 2018 atau sehari sebelum pelaksanaan pertemuan IMF. "Nanti akan kita mulai sebelum penyelenggaraan IMF, sudah dirapatkan dan disosialisasikan," kata Budi Setiyadi.

Menurut Budi, pembatasan akan dilakukan bagi kendaraan pribadi bernopol plat hitam. Selain itu operasional mobil angkutan barang juga akan dibatasi. Kendaraan yang dikecualikan dalam kebijakan itu antara lain kendaraan dinas, mobil ambulans, mobil derek, angkutan umum plat kuning, angkutan sewa khusus berstiker serta kendaraan delegasi berstiker. Saat ini tengah disiapkan aspek legalitas berupa Peraturan Menteri Perhubungan, sosialisasi bersifat edukasi dan penyiapan rambu-rambu lalu lintas (termasuk leaflet, booklet dan spanduk).(Imd)

BERITA REKOMENDASI