Ganti Pengurus Baru, GNPF Ulama Adakan Kongres Umat Islam Se-Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com – Di Tahun politik 2018-2019, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk terus menerus melakukan konsolidasi. Hal ini penting untuk mempersatukan umat dan menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan tuntunan agama.

"GNPF Ulama memandang perlu untuk mengawal fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF Ulama dan bertekad akan tetap istiqomah mengawasi fatwa ulama,” kata Ustaz Yusuf Muhammad Martak, Ketua GNPF Ulama pengganti KH Bachtiar Nasir, di Jakarta, Senin (12/03/2018)

Ustaz Yusuf menjelaskan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama  menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat Islam. Hal itu sejalan dengan perubahan nama dari GNPF MUI menjadi GNPF Ulama sehingga memperjuangkan misi yang lebih luas. Salah satunya melalui hajatan Kongres Umat Islam pada April mendatang.

“GNPF Ulama memandang perlu untuk mengawal fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF Ulama dan bertekad akan tetap istiqomah mengawasi fatwa ulama,” kata Ustad Yusuf Muhammad Martak.

Dia menjelaskan pergantian kepengurusan ini hanya untuk menyegarkan dan mengefektifkan manajemen organisasi. Pada kepengurusan baru ini, GNPF Ulama menjadikan kepemimpinan GNPF Ulama bersifat kolektif kolegial dan secara bergilir melakukan rotasi dan reposisi tanpa ada pengurangan jumlah anggota pimpinan GNPF Ulama. Bahkan, menambah jumlah keanggotaan kepemimpinan GNPF Ulama. 

Dalam kepengurusan baru ini Ustad Yusuf Muhammad Martak didapuk sebagai pengganti KH Bachtiar Nasir, sedangkan untuk Sekjen GNPF dijabat oleh Ust Muhammad Al Khathath, sedangkan pengurus lainnya tetap.

Terkait isu utama di tengah umat, lanjut dia, GNPF Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini, dengan banyaknya ulama dan ustadz yang diserang oleh sekelompok ‘orang gila’, menyerukan agar seluruh laskar Islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan serta secara kongkret mendampingi para ulama dan ustad agar terhindar dari serangan fisik.

"GNPF-Ulama mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustad dengan cara membongkar jaringan sindikat penyerang serta proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama dan ustad," paparnya. (Ati)

BERITA REKOMENDASI