Gantole Mulai Adaptasi Lingkungan Perlombaan

Editor: Ivan Aditya

JAYAPURA, KRJOGJA.com – Tim gantole DIY yang akan turun di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 mulai menjajal lokasi perlombaan yang berada di Lapangan terbang Advent, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (21/09/2021). Dalam latihan perdana ini, adaptasi dengan lingkungan perlombaan menjadi hal utama demi mengejar hasil terbaik pada saat lomba.

Pelatih tim cabang olahraga gantole DIY, Antonius Munandar Putranto kepada KRJOGJA.com melalui sambungan telepon mengatakan, setelah tiba di Jayapura pada Senin (20/09/2021) tim DIY yang beranggotakan satu atlet dan satu pelatih baru bisa masuk di penginapan atlet, Selasa kemarin. “Hari ini kami masuk penginapan atlet dan langsung mencoba untuk terbang,” terangnya.

Dari pengamatan awal, Munandar menjelaskan, untuk lokasi perlombaan memang berbeda jika dibandingkan dengan PON sebelumnya di Jawa Barat dan Riau. Menurutnya, di Papua, kondisi lokasi perlombaan sedikit lebih pendek jika untuk nomor cross country dengan sejumlah obstacle yang telah disiapkan.

Lebih lanjut pria yang pada PON sebelumnya tampil sebagai atlet ini menjelaskan, karena baru tiba di lokasi lomba kemarin, dirinya dan M Rosyid Ridho yang pada PON kali ini akan menjadi atlet andalan DIY, masih harus mempelajari kondisi alam. Pasalnya, bagi salah satu sub cabor aero sport ini, kondisi angin, kelembaban udara dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh.

“Karena ini baru hari pertama kami, kami masih melakukan pemantauan kondisi alam terlebih dahulu. Mungkin di hari kedua dan ketiga, kami mulai bisa melihat dan beradaptasi dengan kondisi alam di sini. Besok kami akan lihat dan baru akan mempelajari memahami cuaca dan mendapatkan trik-trik apa yang harus kami lakukan,” jelasnya.

Pada PON tahun ini, atlet andalan DIY, M Rosyid Ridho menurut Munandar akan turun di dua nomor andalannya, yakni ketepatan mendarat dan cross country pada kelas B. Untuk lomba, rencananya akan dimulai pada tanggal 24 September ini dengan melombakan nomor ketepatan mendarat terlebih dahulu.

Disinggung mengenai persaingan untuk memperebutkan medali emas di PON kali ini, Munandar mengaku belum bisa melihat peta persaingan karena memang semua akan dipengaruhi kondisi alam terakhir. “Yang pasti, Jakarta, Banten, Jateng dan beberapa daerah lain sudah datang sebelum kami dan sudah mencoba terbang di sini. Kami akan lihat perkembangan besok, yang terpenting bagi saya adalah keselamatan. Kalau kondisi Pak Rosyid tidak bagus, ya tidak akan saya izinkan terbang. Tapi ini kondisinya bagus dan siap terbang, ” tandasnya. (Hit)

BERITA REKOMENDASI