Gawat, Indonesia Darurat Air Bersih

BOGOR, KRJOGJA.com  – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjadi pemersatu negara Asia Pasific Metrology Programe atau APMP (forum kerja sama regional antara lembaga metrologi nasional (LMN) suatu negara di kawasan Asia Pasifik) dalam menyelenggarakan simposium internasional terkait peran penting metrologi dalam pengukuran kualitas air. 

Kekurangan air bersih masih diperburuk dengan pencemaran sungai yang disebabkan kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah dan tercemarnya sungai oleh lembah industri, dimana seharusnya air sungai bisa dijadiakan stok saat terjadi kekeringan pada musim kemarau seperti sekarang ini. Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Dr Bambang Subiyanto M.Sc.

Bambang mengakui lembaganya sudah memiliki teknologi pendeteksi pencemaran air sungai. Namun, ia menyesalkan tak ada penerintah daerah yang tertarik menggunakan alat tersebut. "LIPI mempunyai alat yang dapat mendeteksi pencemaran sungai, tapi saat ditawarkan ke Pemda tidak ada yang mau," kata Bambang saat konferensi pers pembukaan Asia Pasific Metrology Programme (APMP) 2017 di Hotel Aston Sentul Bogor, Selasa (19/9). 

Sikap pemerintah tersebut, kata Bambang menimbulkan pertanyaan terkait penyelesaian permasalahan pencemaran air. Tidak hanya itu, Bambang juga meragukan keseriusan pemerintah daerah dalam menyediakan air bersih untuk masyarakatnya melalui pemeriksaan laboratorium metrologi. 

Bambang menjelaskan air merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia selain untuk kebutuhan sehari-hari juga dapat meningkatkan kulitas hidup seseorang. Air juga menghadapi berbagai persoalan terutama dalam penyediaan air berkualitas, karena masih ada masyarakat yang tidak dapat mengakses air bersih di sejumlah negara termasuk juga Indonesia. "Ini menjadi perhatian kita semua untuk dicarikan solusinya bersama-sama bagaimana peran metrologi dalam menyediakan air berkualitas bagi masyarakat," papar Bambang.

Kepala Pusat Penelitian Metrologi LIPI, Dr Mego Pinandito M.Eng juga menambahkan pihaknya terus mengembangkan alat pengujian air yang lebih mutakhir untuk mengawasi standar kualitas air yang diminum oleh masyarakat. Selain membuat teknologi terkait air berish, instansinya juga melakukan diskusi antar peneliti dan pemangku kebijakan di dunia. (*-4)

BERITA REKOMENDASI