Gelimasjiwo Tekan Penderita Gangguan Jiwa di Bantul

Suharsono menjelaskan, ada sepuluh pelayanan Gelimasjiwo, salah satunya berupa keterampilan pertanian. Para ODGJ diajak turun ke sawah dan bertani. Tanah milik Pemerintah Desa Ngestiharjo di wilayah Sutopadan seluas 400 meter persegi ditanami jagung, cabai, bayam, dan kangkung organik.

“Bertani sangat melatih kesabaran, melatih fisik, meningkatkan daya tahan daya tahan karena sekaligus berjemur dan berolahraga. Di masa pandemi Covid-19, ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Inovasi Gelimasjiwo, lanjutnya, dapat mengolaborasikan antara hati nurani, kepedulian, ilmu pengetahuan, dan sistem birokrasi pemerintahan menjadi layanan berjalan dengan baik, mewujudkan kehadiran negara untuk warga. Inovasi ini juga bisa direplikasikan wilayah lain karena struktur, sistem, dan pendanaan pemerintahan yang sama.

Sampai saat ini, terdapat beberapa kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia hingga negara lain. Negara lain tersebut diantaranya Taiwan, Jepang, Malaysia, Yunani, Nepal, Singapura, Thailand, hingga Amerika Serikat. Sedangkan kunjungan dari pemerintah daerah berasal dari Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali, 50 puskesmas di wilayah D.I Yogyakarta, Jawa tengah, Aceh, Kalimantan, dan tempat belajar lebih dari 30 calon psikiater seluruh Indonesia. (Ati)

BERITA REKOMENDASI