Gerakan Rejoso-Poktan DAS Rejoso Teken Kontrak Ko Investasi

PASURUAN, KRJOGJA.com – Kelompok tani pemenang Lelang Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS)  Rejoso menandatangani Kontrak Ko-investasi atau Pembayaran Jasa Lingkungan dengan Gerakan Rejoso Kita).

Secara simbolis Gerakan Rejoso Kita yang diwakili Direktur Eksekutif Yayasan Social Investment Indonesia(YSII) Pitono Nugroho dan Ecosystem Services Scientist dari The World Agroforestry Centre (ICRAF) Dr. Beria Leimona menyerahkan Kontrak Ko-investasi Jasa Lingkungan kepada para Camat.

Camat ini mewakili Klaster Atas (Kecamatan Tosari dan Kecamatan Puspo) dan Klaster Tengah (Kecamatan Pasrepan) DAS Rejoso di Balai Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur (27/12). Melihat masih rendahnya kepedulian masyarakat untuk melakukan konservasi di sekitar daerah aliran sungai, Gerakan Rejoso Kita menginisiasi skema perlindungan  DAS dengan prinsip ko-investasi jasa lingkungan. 

Skema ini merupakan salah satu pendekatan inovatif dalam pengelolaan DAS yang dilakukan melalui skema imbal jasa lingkungan (rewards for environmental services) dimana petani, terutama yang tinggal di hulu suatu DAS, dipandang sebagai pengambil keputusan penggunaan lahan dan berkontribusi sebagai penyedia jasa lingkungan (environmental service providers).     

"Melalui kontrak pembayaran jasa lingkungan antara Gerakan Rejoso Kita sebagai pemanfaat jasa lingkungan dan kelompok tani DAS Rejoso sebagai penyedia jasa lingkungan, diharapkan konservasi DAS akan dapat berjalan efektif  dan mampu meningkatkan jasa lingkungan secara sukarela berdasarkan persyaratan atau kondisionalitas yang disepakati," kata Dr. Beria Leimona dari ICRAF selaku Fasilitator Utama Lelang Konservasi.

Dia menjelaskan periode kontrak ini akan berlangsung selama satu tahun terhitung sejak 1 Januari 2018 sampai 31 Desember 2018 dan Gerakan Rejoso Kita akan melakukan pemantuan kegiatan di lapangan secara periodik selama masa kontrak tersebut.

Beria Leimona mengatakan keunikan dari inisiatif ini adalah adanya pengukuran laju infiltrasi air ke dalam tanah sebagai salah satu indikator keberhasilan skema ini. Dengan adanya pengukuran ini, bisa didapatkan gambaran bagaimana tingkat penyerapan air tanah di sekitar DAS Rejoso. 

"Kami berharap, para petani melihat skema jasa lingkungan ini sebagai investasi bersama, sehingga nantinya masyarakat secara sadar dan sukarela menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperoleh penghidupan dengan memberdayakan sumber daya alam di DAS Rejoso." (*)

BERITA REKOMENDASI