Gerhana Matahari Cincin Bakal Terlihat di Siak

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gerhana Matahari Cincin (GMC) akan terlihat di sejumlah wilayah di Indonesia pada 26 Desember. Fenomena alam ini umum terjadi saat bulan baru dan bulan purnama atau saat Bumi, Bulan, dan Matahari berada dalam suatu garis lurus.

Ketua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaludin mengatakan bahwa, GMC mengakibatkan pasang air laut maksimum dan mengganggu frekuensi telekomunikasi yang menggunakan ionosfer.

"GMC (Gerhana Matahari Cincin) tidak ada pengaruh khusus pada bumi, hanya efek pasang air laut maksimum di pantai seperti umumnya saat bulan baru," katanya.

Gerhana Matahari Cincin sendiri terjadi ketika Bulan lewat di antara Bumi dan Matahari. Meski begitu, jarak antara Bumi dan Bulan saat gerhana dapat menentukan jenis gerhana yang akan dilihat manusia di Bumi.

Saat GMC tiba, Bulan tak selalu menutup seluruh sinar Matahari. Selain itu jarak antara Bumi dan Bulan selalu berubah karena orbit elips Bulan yang berbentuk seperti telur.

Artinya, ada waktu di mana Bulan lebih dekat ke Bumi dan muncul sedikit lebih besar di langit. Kemudian ada saat di mana Bulan berjarak lebih jauh terlihat sedikit lebih kecil di langit.

LAPAN mengatakan GMC dapat diamati di Sumatera Utara (Sibolga, Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, Pulau Rangsang), Kepulauan Riau (Batam, Tanjung Pinang).

Kemudian di Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Makulit, Tanjung Selor), dan Kalimantan Timur (Berau). Namun GMC tidak dapat dinikmati masyarakat yang tinggal di Jabodetabek.

Masyarakat masih bisa melihat Gerhana Matahari sebagian mulai pukul 10.43 WIB dan akan berakhir pukul 14.52 WIB. Gerhana Matahari Cincin 2019 akan muncul di Siak. (*)

BERITA REKOMENDASI