GP Ansor Sependapat dengan Jokowi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menganggap wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden menjadi tiga periode bertujuan mempermalukan Presiden Joko Widodo. 

Keduanya menyatakan sependapat dengan pernyataan yang dilontarkan Presiden Jokowi yang menyebut pihak pengusul itu seolah ingin cari muka dan menjerumuskannya. 

"Sama kayak (pendapat) presiden, mau mempermalukan presiden itu yang usul," ujar Yaqut.

Ditemui terpisah, hal senada juga diungkap Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia menilai wacana itu menimbulkan polemik dan bertentangan dengan peraturan saat ini yang membatasi jabatan maksimal dua periode.

"Untuk jabatan tiga periode itu saya sepakatlah dengan presiden. Berlebihan menurut saya, itu mengundang polemik baru dan justru dulu kan sudah dibatasi supaya tidak kebablasan," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf menuturkan, rencana amendemen mestinya fokus pada wacana awal untuk melalukan amendemen terbatas dengan pembahasan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Ia menyayangkan jika pembahasan itu justru melebar hingga perpanjangan masa jabatan presiden dan wapres.

"Kalau terbatas ya terbatas, jadi jangan melebar ke mana-mana nanti kalau tambah ini lagi, plus ini, tambah ini lagi, bisa di pemilihan umum itu langsung tidak langsung, saya sepakat pembahasannya terbatas saja," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI