Gudang Bulog Penuh, Dirut Budi Waseso Galau

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dirut Perum Bulog, Budi Waseso menyatakan kegelisahannya beras yang semakin menumpuk di gudang Bulog. Sehingga beras tersebut terancam busuk jika tidak segera disalurkan.

“Kapasitas gudang kita 2,6 juta ton, sekarang sudah mencapai 2,3 juta ton. Tinggal 300 ribu ton lagi penuh, tidak bisa menyerap lagi. Tinggal nunggu busuk karena tidak disalurkan,” kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Menumpuknya beras di gudang Bulog, salah satunya karena Bulog tidak dilibatkan dalam penyaluran BNPT. Masalah lain, impor beras yang masih terjadi.

Pemerintah tengah mencari jalan keluar bagaimana caranya untuk menyalurkan beras Bulog yang menumpuk di gudang. Karena kelamaan di simpan di gudang, beras tersebut terancam busuk.

Salah satunya penyebabnya Bulog tidak dilibatkan dalam penyaluran Bantuan Pangan Nontunai (BNPT). Hal itu menyebabkan pendistribusian beras menjadi tersendat.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, telah melakukan konsultasi kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution. Hasilnya, beras Bulog akan disalurkan ke e-warung.

“Saya percaya bahwa Bulog mampu untuk mensuplai beras dengan kualitas baik ke e-warung,” kata dia di Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Selain itu, beras Bulog juga akan dilibatkan dengan BPNT. Untuk skemanya tidak akan berbeda dengan supplier beras lainnya. Namun khusus Bulog akan diutamakan oleh pemerintah.

“Pokoknya kami utamakan Bulog untuk bisa menyalurkan dalam BPNT. Tentu dengan kualitas yang sudah siap ya. Saya kira sekarang Bulog sudah siap tuh, kualitasnya sudah bagus-bagus,” tuturnya.(*)

BERITA REKOMENDASI