Guru Honorer Diminta Serius Mengajar, Ini Alasannya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta kepada guru untuk menjadi pengajar yang serius sehingga akan menyisir keberadaan guru yang benar-benar layak menyandang status sebagai guru honorer.  

"Selama ini, tidak sedikit guru yang hanya menjadikan profesi guru honorer sebagai kerja sampingan. Di sisi lain ada banyak guru honorer yang benar-benar mengabdikan waktunya untuk mengajar layaknya guru PNS.  Selama satu minggu full berada di sekolah, dan memangku banyak jam pelajaran," ungkap Mendikbud di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Guru honorer yang seperti itu, kata Muhadjir, lebih berhak untuk diprioritaskan dalam mendapat pengakuan dari sisi kepegawaian maupun kesejahteraan.  "Ada yang hanya mengajar satu dua jam di sekolah, tapi pekerjaan utamanya berdagang, jadi guru hanya sampingan bagi dia. Tapi ketika minta diangkat PNS paling depan," demikian Mendikbud.

Menurut Muhadjir harus ada indikator tambahan untuk menyebut seseorang adalah guru honorer.  Indikator tambahan tersebut tengah dibicarakan di internal Kemendikbud terutama di direktorat GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan).

"Yang jelas, kalau ada guru yang hanya mengajar satu mata pelajaran dalam seminggu, dan tidak pernah ada di sekolah terus-terusan, setelah mengajar langsung pergi, mengerjakan pekerjaan lain, maka dia bukan guru honorer," tegas Mendikbud. (Ati)

BERITA REKOMENDASI