Guru Jangan Salah Pahami Digitalisasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ananto Kusuma Seta selaku Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemdikbud , didampingi Amin Fatkhurrohman selaku Kepala Seksi Pendidik Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta Tri Turturi selaku Managing Director Tarsus Indonesia (Penyelenggara GESS Indonesia 2019) di Jakarta  mengatakan guru jangan salah dengan digitalisasi.

Digitalisasi bukan anak dikasih  tablet selesai, dikasih komputer selesai. Itu penting, tapi bukan segalanya. Teknologi hanya sebagai alat saja, jadi paling penting anak itu dengan teknologi di bisa belajar dari biasanya sekarang. Jadi bukan teknologi yang memberikan sesuatu kepada anak tapi bagaimana anak dengan alat (gadget)itu bisa mengoptimalkan passion, talentnya. 
 
 
 
 
Ini harus paralel, karena guru juga belajar anak juga belajar bukan student center learning tetapi learner center learning, siswa dan gurunya belajar bersama sama bukan siswanya saja, atau gurunya saja. Kedua belajar bersama sama, Lerner centre learning.(LCC).
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik Global Educational Supplies & Solutions (GESS) Indonesia 2019 ini.
 
Ananto Kusuma Seta selaku Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud mengapresiasi partisipasi Tarsus Indonesia dalam mendukung program pemerintah di sektor pendidikan, dengan menyelenggarakan GESS Indonesia 2019. 
 
“Kemendikbud menyambut baik kehadiran GESS Indonesia 2019 karena acara ini dapat membantu langkah pemerintah untuk memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Indonesia, yang kemudian akan berdampak pada peningkatan kualitas SDM Indonesia. Kami berharap akan muncul lebih banyak lagi kegiatan serupa GESS Indonesia ini di masa yang akan datang,” ujar Ananto Kusuma Seta.
 
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Tarsus Indonesia, Tri Turturi menyatakan bahwa GESS kembali hadir di Indonesia untuk berbagi wawasan mengenai tren pendidikan terkini di dunia, dengan menghadirkan ratusan produk inovatif penunjang pendidikan yang berasal dari 15 negara, dimana 50 persen dari produk-produk tersebut berasal dari luar Indonesia.
 
“Kami mengundang para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam dunia pendidikan di Indonesia untuk menghadiri gelaran GESS Indonesia 2019,“ kata Tri Turturi.
 
Selama tiga hari pelaksanaannya, GESS Indonesia 2019 juga akan menghadirkan lebih dari 100 sesi konferensi pendidikan yang dapat membantu pengembangan dunia pendidikan di Indonesia. Konferensi tersebut terbagi ke dalam lima stage, yaitu GESS Talks, Leadership Stream, Edtech In Action, Innovation Stage, dan Future Learning.
 
Rangkaian sesi konferensi tersebut akan menghadirkan para pakar dunia pendidikan di Indonesia sebagai pembicara. Salah satunya adalah Prof. Arief Rachman, M.Pd (Executive Chairman Indonesia, National Comission for UNESCO) dan Munif Chatib, SH, M.Pd (Director, Next Edu). Sedangkan dari mancanegara, pakar dunia pendidikan yang akan hadir antara lain Prof. Dr. Ger Kraus, OBE (Global Director of Education, Kidzania), Dr. Richard Churches, FRSA (Lead Advisor for Education Reform and Evidence Based Practice, Education Development Trust) dan Magdalena Matulewicz (President and Co-Founder, Natural Born Leaders).
 
Hadir di GESS Indonesia 2019, Kemendikbud Luncurkan Aplikasi Belajar Gratis
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara resmi meluncurkan versi terbaru dari aplikasi belajar gratis yang diberi nama Rumah Belajar. Acara peluncuran ini berlangsung pada Rabu (18/09), bertempat di booth Kemendikbud yang hadir dalam gelaran GESS Indonesia 2019.
 
Dilansir dari laman resmi Kemendikbud, Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. 
 
“Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja.” tutup Ananto Kusuma Seta selaku Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud. (Ati)
 

BERITA REKOMENDASI