Guru Madrasah Cabuli Sembilan Murid

Editor: Ivan Aditya

KUNINGAN (KRjogja.com) – Oknum kepala sekolah merangkap guru Madrasah Ibtidaiyah (SD) di Desa Kertawinangun, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan berinisial MK (64) meringkuk di ruang tahanan Mapolres Kuningan. Pensiunan PNS yang sudah beristri ini diciduk petugas karena diduga telah mencabuli sejumlah murid perempuan di sekolahnya itu.

Kapolres Kuningan M Syahduddi, didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Fandy Setiawan dan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Dahroji, menyebutkan kelakuan tersangka diungkap atas dasar laporan dari masyarakat dan korban. Menurut pengakuan tersangka kepada polisi, jumlah korbannya mencapai 9 anak. Hal itu terungkap dalam ekspose pengungkapan kasus itu di Mapolres Kuningan, Senin 8 Agustus 2016 sore.

Secara terpisah, Dahroji menyebutkan bahwa 9 korban pencabulan tersangka MK, berusia 6-10 tahun. Tersangka juga mengakui bahwa perbuatannya itu dilakukan berulang kali, beberapa dilakukan di ruang kelas.

Kapolres M Syahduddi, mengatakan bahwa perbuatan cabul tersangka terhadap muridnya, awalnya terungkap oleh orangtua salah seorang korbannya, Selasa 2 Agustus 2016. Hari itu, si pelapor melihat langsung anaknya sedang dicabuli oleh MK di ruang kelas madsarah. Ia pun langsung melaporkan kejadian itu pada polisi di Mapolsek Mandirancan.

Jumlah korban kemudian diketahui bertambah setelah polisi melakukan penyelidikan. "Hingga saat ini, jumlah korban pencabulan tersangka yang sudah kami ketahui yaitu 9 orang," kata M Syahduddi. (*)

BERITA REKOMENDASI