Hadapi Industri 4.0, Santri Harus Kuasai Tekonologi

JAKARTA, KRJOGJA.com—Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menginginkan kalangan santri dan pelajar untuk menguasai teknologi dan informasi untuk merespon perkembangan atau revolusi industri 4.0 mengingag era otomatisasi dan digitalisasi saat ini, pelibatan generasi milenial sangat mendesak untuk meningkatkan SDM yang unggul dan berdaya saing.

"Para pelajar dan santri yang merupakan generasi milenial, mau tidak mau, suka tidak suka harus  cepat tanggap terhadap teknologi. Jika tidak, maka secara perlahan akan tertinggal dengan teknologi yang lebih baru dan maju," kata Ida dalam pernyataanya di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Ia sebelumnya telah menjadi pembicara utama Rakernas Ikatan Pemuda dan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Jombang. Ida menjelaskan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius untuk peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan dan pelatihan kejuruan, pemagangan, serta kemitraan dengan industri.

"Untuk itu, peran institusi pendidikan, seperti pondok pesantren sebagai kawah candradimuka, atau organisasi pelajar sangat strategis baik dalam memberikan edukasi maupun untuk peningkatan daya saing bangsa Indonesia," kata Ida. Karena itu, upaya menyiapkan pelajar dan santri di era digitalisasi saat ini harus dilakukan “tidak seperti biasanya”. 

Artinya, ujar Ida, harus ada langkah-langkah besar yang dapat mengadaptasi perkembangan teknologi komunikasi, dan bahkan diperlukan inovasi yang tinggi. Pasalnya, ekonomi digital di Indonesia terwujud dalam beragam industri. Tidak hanya terpaku pada e-commerce saja, namun ekonomi digital kini juga sudah merambah ke bidang transportasi, pendidikan, finansial perbankan, agrikultur, hingga tata kota. 

Perkembangan ekonomi digital sendiri berbanding lurus dengan penggunaan internet di Indonesia. Dengan 85 juta jumlah penduduk Indonesia yang telah terhubung jaringan internet, lanjut Ida, memungkinkan Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam dunia e-commerce dan pengembangan ekonomi digital. Buktinya adalah menjamurnya berbagai usaha start-up, dan di antaranya sudah bergelar Unicorn. 

Atas dasar itu, tegas Ida, IPPNU sebagai organisasi kader harus bisa mempersiapkan dalam menghadapi berkembangnya Industri 4.0 tersebut. "Di tangan IPPNU kader-kader putra dan putri NU akan dibentuk. IPPNU akan menjadi motor penggerak yang utama bagi generasi penerus bangsa, yang kompeten, berdaya saing dan tentunya tetap beriman dan berakhlakul karimah,"  tandasnya. (Ful)

BERITA REKOMENDASI