Hadapi Serangan Ideologi, Mahasiswa Harus Punya Nasionalisme Tinggi

TANGERANG, KRJOGJA.com – Generasi muda, terutama mahasiswa Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN akan menjadi orang yang mengawaki instansi pemerintah di bidang keuangan. Untuk itu  mahasiswa PKN STAN harus punya nasionalisme tinggi serta profesionalisme yang kuat, agar bisa membawa negara Indonesia semakin maju, mandiri, dan kuat dalam menghadapi serangan ideologi lain.

 Tak hanya itu mahasiswa PKN STAN harus dapat menidentifikasi terhadap sesuatu hal yang menyimpag di lingkungan sekitarnya,  terutama terhadap penyebaran paham-paham radikal terorisme yang dapat menghancurkan persatuan negara dan bangsa Indonesia ini. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, saat menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan Mahasiswa terhadap sekitar 2.300 mahasiswa tingkat II dan III Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN yang berlangsung di Student Center PKN STAN, Bintaro, Tangerang, Selasa (17/9/2019)

“Kalian adalah orang-orang terpilih karena telah melalui proses seleksi ketat. Saya yakin kalian  memiliki daya analisis yang kuat. Manfaatkan kemampuan kalian sehingga peka terhadap perubahan dan menganalisis dampaknya. Kalian harus punya naluri kebangsaan, jangan cuek. Kalau melihat penyimpangan jangan diam saja. Laporkan ke pihak sekolah,” ucap Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, dalam paparannya di depan mahasiswa PKN STAN.

Lebih lanjut Kepala BNPT mengatakan Satu ciri kelemahan generasi millenials ini adalah tidak memahami secara utuh mengenai sejarah bangsa ini dan tidak pernah melihat bagaimana awal mula bangsa Indonesia ini berdiri. Hal ini disebabkan generasi millenials ini tidak mengalami secara langsung peristiwa-peristiwa politik yang menjadi pembentuk sejarah.

“Generasi sekarang tidak hanya difokuskan sebagai ahli ekonomi, ahli teknologi, dan sebagainya. Tetapi harus  ahli juga di bidang pembangunan nasional. Kalian juga harus terus menjaga idealisme, integritas, dan moral. Tanpa moral, orang profesional hanya akan memiliki kemampuan dan pengetahuan, tanpa sanggup menjadi amanah. Moral dan karakter ini didukung pula oleh peran besar dari pengajar, karena pengajar adalah teladan bagi murid-muridnya,” kata mantan Kabareskrim Polri ini. (*)

 

BERITA REKOMENDASI