Hantu Nenek Loyeh Hebohkan Pangandaran

PANGANDARAN (KRjogja.com) – Misteri hantu Nenek Loyeh bagi masyarakat Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, merupakan salah satu cerita rakyat yang hingga saat ini masih melekat.

Kepala Dusun Binangun Dani (37) mengatakan, Desa Kondangjajar memiliki cerita misteri hantu nenek-nenek, di antaranya hantu Nenek Loyeh, hantu Nenek Marawe, dan hantu Nenek Raneum. “Masing-masing hantu itu memiliki daerah kekuasaan tersendiri dan jalur aktivitas rutin,” kata Dani.

Dani menambahkan, jalur masing-masing yang biasa lalui untuk beraktivitas ada jalur utama yang bernama Gang Siluman. Jalur tersebut merupakan jalan utama untuk menuju daerah Gunung Amparan.

“Daerah Gunung Amparan merupakan tempat para hantu melakukan pertemuan tepatnya di Bandara Udara Nusawiru,” tambah Dani.

Dani menjelaskan, masyarakat yang rumahnya berada pada jalur aktivitas para hantu membangun rumah dengan cara memberi jeda antara bangunan tembok yang satu dengan tembok yang lainnya.

“Salah satu contoh rumah warga di Gang Siluman, mereka membangun rumah dengan cara memberi jeda bangunan karena kalau tidak diberi jeda akan terjadi kejadian di luar dugaan, seperti sakit hingga meninggal dunia secara tidak wajar,” ujar Dani.

Salah satu masyarakat setempat, Umar, mengatakan bahwa pada 1980, ada salah satu warga yang membangun rumah yang menghalangi jalan jalur aktivitas hantu Nenek Loyeh, namun setelah bangunan selesai, setiap malam selalu terdengar suara tangisan nenek-nenek.

“Akhirnya bangunan tersebut diberi jeda sebagai jalan jalur hantu tersebut, dan akhirnya tidak lagi terulang kejadian suara tangisan nenek-nenek seperti yang sering dialami sebelumnya,” pungkas Umar. (*)

BERITA REKOMENDASI