Harapan Panen Palawija Bisa Menjadi Nyata

"AL-HAMDULILLAH…  Kami bersyukur  sekali dibantu pompa air ini," kata Maryono berulang-ulang. 

Hal ini diucapkan saat Tim Dompet KR menyerahkan bantuan 5 unit alkon (mesin penyedot air) di Dusun Sidondo IV Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Peralatan tersebut memang sangat dibutuhkan para petani agar tanaman palawijanya tumbuh dan nantinya membuahkan hasil. 

"Alkon ini sangat kami perlukan untuk mengairi lahan pertanian. Sebab usai gempa yang lalu aliran irigasi rusak dan lahan pertanian kami kering," kata Maryono, Ketua Kelomtan Abadi Desa Sidondo IV.

Akibat gempa dan likuifaksi 28 September 2018 lalu, aliran air irigasi memang tidak sampai lahan pertanian mereka. Sebab, tanggul di hulu jebol, termasuk yang berada dekat sumber air di perbukitan sekitar 50 meter dari Sidondo.Karena itu banyak lahan pertanian mengering. Tanaman palawija yang mestinya menghijau jadi layu. Banyak juga lahan yang berubah menjadi seperti lapangan tak terurus. Terlihat juga pohon-pohon kelapa yang daunnya menguning atau kering. 

Untuk mendapatkan air, para petani membuat sumur di lahan masing-masing dengan kedalaman sekitar 10 meter. Hanya saja untuk menaikkannya sehingga bisa menyemprot ke seluruh lahan,  dibutuhkan alat yang mereka sebut alkon. Sedang selama ini Kelomtan Abadi hanya punya satu alkon dan pemanfaatannya bergantian. 

"Untuk mengoncori lahan seluas setengah hektare dibutuhkan waktu dua hari. Padahal satu petani ada yang memiliki lahan setengah hektare sampai tiga hektare. Karena hanya ada satu alkon, maka untuk mendapat giliran cukup lama, bahkan keburu lahan mengering, " kata Maryono, pria asal Muntilan yang memiliki lahan dua hektare.

 "Saya Kemarin sempat berpikiran pulang dulu ke Muntilan karena perbaikan saluran irigasi masih lama.  Tapi Syukur Alhamdulillah ternyata mendapat bantuan alkon dari pembaca 'KR', sehingga bisa meneruskan pekerjaan sebagai pertanian," kata Maryono. 

Alkon sebanyak 5 unit sebanarnya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan para petani di Kelomtan Abadi,. Namun menurut Maryono sudah lumayan.  Karena itu penggunaannya akan diatur sedemikian rupa, sehingga semua kebagian giliran sebelum lahan mengering kembali. 

"Setelah diserahkan alkon langsung kami gg gunakan, sehingga setiap hari tidak pernah berhenti," kata Maryono sambil menambahkan pihaknya siap merawat barang tersebut sehingga awet. "Dengan pahala para Dermawan pembaca KR terus mengalir tiada henti melalui amall jariyah ini," tegasnya. (Fie) 

BERITA REKOMENDASI