Harga Ayam di Tingkat Peternak Anjlok, Pemerintah Bakal Selidiki

JAKARTA, KRJOGJA.com – Harga ayam turun dalam beberapa hari terakhir. Peternak ayam di sejumlah daerah pun mengeluhkan kondisi harga hewan terrnaknya ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku masih akan mendalami anjloknya harga pangan tersebut. Langkahnya antara lain berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk melakukan pemeriksaan langsung.

"Saya juga bingung kenapa jadi jauh bedanya peternak dengan di pasar nggak tahu saya harus cek dulu," ujar dia di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Menko Darmin mengatakan secara tren setelah Lebaran biasanya harga ayam stabil atau kemungkinan naik. Namun saat ini justru berbalik.

Itu sebabnya pemerintah akan turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung. "Saya belum tahu seperti apa kejadiannya," imbuh Darmin.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) Jawa Tengah, Parjuni mengatakan, anjloknya harga daging ayam ras di pasaran terjadi sejak April lalu. Kondisi tersebut membuat para peternak mandiri di wilayah Jawa Tengah dan DIY gulung tikar.

"Menyikapi kondisi tersebut, kami menggelar aksi obral ayam di Jalan Adi Sucipto. Aksi ini sebagai bentuk protes kepada pemerintah, selama ini sudah banyak para peternak mandiri yang gulung tikar," ujar Parjuni, kemarin.

Parjuni menilai, anjloknya harga jual ayam ras di pasaran sudah berada di bawah biaya produksi yang dikeluarkan. Sebab harga pokok produksi (HPP) sebesar Rp 18.500 per kilogram, namun harga jual saat ini hanya diangka Rp8 ribu sampai 9 ribu per kilogram.

"Kerugian peternak sudah tidak terhitung lagi, jadi wajar kalau mereka banyak yang memilih menutup usaha," katanya.(*)

BERITA REKOMENDASI