Harga Minyak Indonesia Diusulkan US$58 per Barel

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengusulkan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar US$58 barel. Angka itu di bawah asumsi makro dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020 yang sebesar US$65 per barel.

Menurutnya, ICP sulit mencapai US$65 per barel lantaran ekonomi global sedang melambat saat ini. Sebab, jika ICP menyentuh angka US$65 per barel, maka hal itu akan menggambarkan harga minyak Brent kurang lebih sebesar US$70 per barel.

"Ini tantangan besar. Hari ini minyak Brent rata-rata sejak kuartal kedua 2019 sudah di bawah US$60 per barel. Mungkin bisa di bawah US$60 per barel untuk ICP, kalau saya setujunya US$58 per barel," ungkap Jonan.

Menurutnya, situasi ekonomi yang melambat bakal berdampak negatif pada harga minyak. Terlebih, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China juga semakin menekan kondisi global.

Bahkan, Jonan memprediksi rata-rata ICP pada tahun ini di bawah US$63 per barel atau tak menyentuh target dalam asumsi makro APBN 2019. Dampaknya sendiri bisa dilihat dari pergerakan ICP Agustus 2019 yang di bawah US$60 per barel. (*)

BERITA REKOMENDASI