Harga Remdesivir Dipangkas Jadi Rp 1,5 Juta

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) akan memangkas harga Covifor atau yang lebih dikenal dengan Remdesivir di Indonesia menjadi Rp1,5 juta per vial dari harga semula Rp3 juta per vial. Covifor sendiri merupakan salah satu obat yang telah disetujui oleh BPOM untuk terapi pengobatan pasien positif covid-19. Obat ini tidak dijual bebas dan hanya digunakan di rumah sakit dengan rekomendasi dan pengawasan dokter.

Emergency Use Authorization (EUA) produk Covifor (Remdesivir) adalah untuk pengobatan pasien penyakit covid-19, terutama untuk orang dewasa atau remaja berusia 12 tahun ke atas dengan berat badan minimal 40 kg yang dirawat di rumah sakit.

Presiden Direktur Kalbe Vidjongtius menyebut salah satu pertimbangan pihaknya dan PT Amarox Global Pharma (Amarox) selaku importir Covifor menurunkan harga adalah karena kebutuhan obat yang semakin meningkat

“Setelah diskusi bersama antara Kalbe, Hetero India dan Amarox, kami sepakat untuk memberikan harga jual khusus Covifor,” katanya.

Untuk diketahui, Covifor yang dipasarkan Kalbe merupakan produksi Hetero, salah satu farmasi di India dan diimpor oleh PT Amarox Global Pharma (Amarox). Selain itu, ia menambahkan pihaknya juga mendapat masukan soal harga dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan pasien.

“Penyesuaian harga disebabkan dengan mempertimbangkan beberapa kondisi saat ini seperti perkembangan kasus covid-19 di Indonesia, kebutuhan terhadap pengobatan covid-19 menggunakan obat Covifor yang besar,” tambahnya. (*)

BERITA REKOMENDASI