Hari Ibu, Menko PMK Apresiasi Penuh Kiprah Perempuan

BANDUNG, KRJOGJA.com – Memajukan dan membangun manusia tentu tidak terlepas dari peran budaya dan akan selalu inheren dengan seluruh aspek kehidupan manusia.

Terdapat tiga aspek penting nilai budaya yang mengarahkan manusia menjadi sosok yang berbudi luhur, unggul dalam pemikiran, serta mampu memelihara arti kemanusiaannya yaitu logika, etika, dan estetika. 

Eratnya nilai budaya terhadap kehidupan manusia, menurut Menko PMK, Muhadjir Effendy sama halnya dengan peran perempuan sebagai ibu bagi anak-anaknya. “Segala totalitas peran ibu akan sangat berpengaruh terhadap seluruh kehidupan seorang anak manusia. Apa yang disebut ‘mother tounge’ itu menurut saya tidak selalu berarti bahasa tetapi apa saja nilai kehidupan yang diajarkan oleh seorang ibu kepada anaknya. Dan itu sudah pasti nilai kehidupan yang baik,” paparnya. “Maka akan sangat penting bagi seorang ibu untuk menguasai apa itu nilai kehidupan.”Demikian 
Menko PMK Muhadjir Effendy   pada peringatan ke-91 Hari Ibu yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pasundan sekaligus peluncuran buku “Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini” serta Biografi Prof. Endang Caturwati berjudul “Pok Pek Prak Endang Caturwati di Tatar Sunda.” di Bandung,Sabtu (21/12 2019).

Endang sendiri diketahui pernah menjadi Direktur Kesenian pada Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud RI. “Peringatan Hari Ibu di tingkat regional seperti ini tentu sangat baik untuk dirayakan apalagi perempuan yang berasal dari suatu daerah itu telah berkarya dan banyak berkiprah bagi bangsa. Ini semakin membuktikan bahwa kesetaraan gender itu terus meningkat di negara kita,”’ujar Menko PMK lagi.

Mengenai buku “Perempuan Indonesia: Dulu dan Kini” yang ditulis oleh sekitar 30 Penulis Perempuan, Menko PMK mencatatnya sebagai sebuah momen kebangkitan pemikiran perempuan dan dibuktikan dengan semakin banyak perempuan menduduki posisi strategis.

“Jawa Barat saat ini punya tiga rektor perempuan dan menurut saya fenomena ini belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya. Ini sangat perlu ditiru oleh daerah lain,”’tambahnya.

Selain membahas tentang kiprah perempuan, Menko PMK dalam sambutan juga kembali menyoroti tentang Siklus Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan betapa peran ibu mulai dari 1000 hari pertama kehidupan seorang anak akan sangat menentukan bagi masa depan anaknya itu. Selain itu, Menko PMK juga menyinggung kembali tentang bimbingan pranikah, ketahanan keluarga, dan bahaya stunting serta upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan. (Ati)
 

BERITA REKOMENDASI