Haris Tantang Umumkan Nama Pejabat Kotor

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Koordinator Kontras Haris Azhar kembali angkat bicara mengenai upaya pemberantasan mafia narkoba yang digalangnya usai eksekusi terhadap terpidana mati Freddy Budiman beberapa waktu lalu. Ia mempertanyakan keberanian pemerintah atau instansi yang berwenang untuk mengumumkan nama-nama pejabat yang kongkalikong dalam peredaran narkoba seperti yang dilakukan pemerintahan Filipina baru-baru ini.

Haris menuturkan, keberanian Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam mengumumkan pejabat yang terindikasi terlibat bisnis narkoba layak dicontoh. Selain itu, untuk memberi edukasi ke masyarakat perlu juga dipublikasikan bagaimana cara sindikat tersebut bekerja.

"Semangat transparasi Duterte wajib dicontoh. Umumkan siapa saja gembongnya dan bagaimana statusnya. Apa sudah ditangkap atau dalam pengejaran. Menurut saya, ini lebih baik dari sekadar menginformasikan awas ada barang baru di masyarakat," kata Haris dalam konferensi pers bantuan hukum untuk Haris Azhar di kantor Peradi LPPM Jakarta, Senin (08/08/2016).

Terkait pengakuannya tentang cerita Freddy Budiman yang baru disampaikan jelang detik-detik ekseskusi Freddy padahal informasinya sudah ia terima sejak 2014, Haris menegaskan, tak pernah ada upaya menyimpan isu tersebut karena sejak awal, ia sudah mengolah data yang diterimanya bersama kawan-kawan di Kontras. (*)

BERITA REKOMENDASI