Hasil Munas X PPM Tak Diakui DPP LVRI

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (DPP LVRI) tidak mengakui apapun hasil Musyawarah Nasional (Munas) X Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga (PP-PPM), yang sudah berlangsung tanggal 5 dan 6 September 2019, di Jakarta.

Kepala Biro Humas DPP LVRI Sudadi dalam siaran persnya di Jakarta,  Jumat (6/9/2019) malam menyebut alasan ditolaknya hasil munas oleh DPP LVRI, pertama karena organisasi wadah para veteran itu sudah tidak mengakui kepemimpinan Haji Abraham Lunggana atau dikenal Haji Lulung.

"Untuk alasan kedua, DPP LVRI juga telah membekukan Kepengurusan PPM, baik tingkat Pusat maupun tingkat Daerah," jelas Sudadi. Sedang, alasan ketiga, dalam upaya membenahi PPM kini DPP LVRI telah mendorong sebuah presidium untuk menyelenggarakan Munas Luar Biasa (Munaslub) PPM.

DPP LVRI berharap dengan Munaslub nanti, organisasi yang didirikan oleh LVRI itu bisa menjadi organisasi yang independen, murni terdiri atas anak biologis veteran, dan kembali di bawah naungan LVRI.

Abraham Lunggana dalam Musyawarah Nasional (Munas) X PP-PPM meresponnya dengan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PP – PPM. Lulung sebelumnya terpilih melalui Munas VIII Untuk masa bakti 2011 – 2015. Kemudian terpilih lagi untuk masa  jabatan 2015 – 2020.

Pelaksanaan Munas X PP – PPM dibuka oleh Direktur Bintibmas Korbinmas Baharkam  Polri, Brigjen Pol Edi Setyo Budi Santoso.
Lulung memilih mundur dengan alasan untuk meminimalisir terjadinya friksi-friksi antara PPM dan LVRI. Ia menduga sebagian pengurua DPP LVRI tak menghendaki dirinya tampil lagi. (Ful)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI