Hentikan Pelecehan Seksual di Ruang Kerja

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyampaikan bahwa untuk mencapai target negara maju, pemerintah perlu mendorong ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif, dan berdaya saing dalam dunia kerja.

Produktivitas dan daya saing akan didapatkan, apabila lingkungan kerjanya sehat dan kondusif, tapi sayangnya lingkungan kerja yang di Indonesia masih belum kondusif.

Menurut Ida, ia cukup terkejut dengan adanya survei yang menunjukkan banyaknya perilaku kekerasan dan pelecehan seksual, terutama terkait pekerja perempuan.

Pelecehan seksual tentu membuat korban menjadi malu, terhina, dan tersinggung, yang pada taraf tertentu telah menggerogoti kesehatan mental dan performa kerja," kata Ida seperti dikutip pada Senin (23/12/2019).

Menurut dia, kini saatnya, kekerasan dan pelecehan seksual di ruang kerja, harus diungkap dengan jujur dan terbuka. Karena mayoritas korban biasanya enggan, malu, bahkan takut untuk membicarakan apalagi mengadu kepada atasan, baik itu supervisor, manajer, atau Serikat pekerja di mana mereka berhimpun.

Ida mengajak para pekerja untuk bergerak ramai-ramai melawan, dan mengadukan tindakan dan kelakuan yang melecehkan, yang merendahkan martabat kemanusiaan, dan yang menghambat produktivitas kerja.

"Kepada pelaku usaha, pemilik dan manajemen perusahaan, saya sampaikan bahwa tindakan kekerasan dan pelecehan seksual adalah fakta adalah nyata," paparnya.

Karena itu, menurutnya sebagai korban jangan hanya berdiam saja, melainkan lakukan suatu tindakan.Pengaruh dan kesadaran terhadap hal tersebut, memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan suatu keadaan.

"Anda punya kuasa untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, Anda bisa mengelola hubungan yang manusiawi, dengan aturan-aturan yang jelas agar situasi buruk tidak terjadi, tapi yang terpenting Anda bersedia menanggapi secara serius setiap pengaduan, dan tindak para pelakunya," jelasnya.

Ia pun meyakinkan audiens yang hadir dalam acara tersebut, untuk bisa bersuara apabila mengalami kekerasan dan pelecehan seksual di mana pun berada.(*)

BERITA REKOMENDASI