Heru Subekti Raih Penghargaan Arsiparis Nasional II Kemristekdikti

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan kepada insan-insan pendidik san tenaga kependidikan (Diktendik) berprestasi tahun 2018. Acara tahunan ini merupakan yang ke-15 kali diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan yang telah berdedikasi melaksanakan Tri Darma pendidikan tinggi. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti mengatakan, terdapat tujuh penghargaan yang diberikan. Dua penghargaan diberikan kepada dosen, yakni dosen bidang sains dan teknologi (saintek). Sedangkan lima penghargaan lainnya dianugerahkan kepada tenaga kependidikan, meliputi pranata laboran, pustakawan, arsiparis, pengelola keuangan, dan administrasi akademik.

"Jumlah peserta yang mendaftar pada tahun ini mencapai 265 orang. Dari jumlah tersebut telah diseleksi menjadi 60 orang finalis, dan mereka semua hadir di sini untuk kembali menunjukkan prestasi-prestasi yang diunggulkan dari masing-masing perguruan tinggi asal. Selama dua hari menjalani penilaian, para dewan juri kemudian memilih juara pertama, kedua, dan ketiga," ujar Dirjen Ghufron, Senin (29/10)malam.

Keberadaan tenaga kependidikan seringkali minim apresiasi sehingga mereka tidak dapat menunjukkan potensinya secara optimal. Namun, kini Kemenristekdikti memberikan kesempatan beasiswa bagi para tenaga kependidikan untuk melanjutkan studi S-2 dan S-3 ke luar negeri untuk meningkatkan kapasitas dan komptensinya. Dengan begitu, lanjut Dirjen Ghufron, diharapkan layanan dan pengelolaan perguruan tinggi semakin baik.

Malam Anugerah Diktendik Berprestasi tahun 2018 juga dihadiri langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. Nasir mengungkapkan, keberadaan dosen dan tenaga kependidikan sangat mempengaruhi mutu sebuah perguruan tinggi. Untuk itu, saat ini Kemenristekdikti sedang mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan, baik bagi para dosen maupun tenaga kependidikan. 

"Menjadi dosen dan tenaga kependidikan butuh perjuangan keras, untuk itu kami perlu mengapresiasi mereka yang berprestasi. Bagi para dosen kita mendorong mereka untuk menulis publikasi internasional. Sedangkan bagi para tenaga kependidikan, perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi di pendidikan era revolusi industri 4.0 saat ini," sebut Menteri Nasir. 

Kemenristekdikti memiliki sejumlah terobosan untuk meningkatkan jumlah Doktor, bahkan menggandeng generasi millennials untuk menjadi seorang dosen. Salah satunya, melalui program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang kini telah melahirkan dosen-dosen muda, serta 261 publikasi internasional dari peserta batch I dan batch II. (Ati)

BERITA REKOMENDASI