HIKMAH RAMADAN : Kesalehan Sosial

Editor: Agus Sigit

TAHUN ini merupakan Ramadan kali kedua di tengah wabah Covid-19. Seperti tahun sebelumnya, meski tidak sama persis, pandemi mengubah berbagai aktivitas kehidupan kita. Dari bekerja, belajar, belanja, sampai kegiatan sejenis lain tetap dilakukan secara daring atau virtual. Membatasi pertemuan fisik akan menekan potensi penyebaran dan penularan virus Korona yang tidak pandang bulu memilih calon korban.

Di samping itu, secara rohaniah, menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi mengingatkan kita kepada kekuasaan Allah SWT. Terbatasnya kegiatan di tengah amukan virus Korona tetap tidak boleh menyurutkan motivasi kita dalam melaksanakan ibadah selama Ramadan. Seharusnya semakin khusyuk dan suntuk dalam melaksanakan ibadah puasa, shalat berjamaah, ibadah tengah malam, memperbanyak doa dan zikir, serta berbagai ibadah sunah lainnya.

Ibadah selalu mempunyai dua cakupan, yakni dimensi personal dan dimensi sosial. Ramadan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kedua dimensi tersebut. Datangnya pandemi Covid-19 memberi kesempatan bagi kita untuk merealisasikan dimensi sosial melalui membantu sesama, terutama menolong pihak yang terdampak virus Korona, anak yatim, dan fakir miskin.

Bank Dunia (2020) mencatat selama pandemi sebanyak 115 juta orang mengalami kemiskinan ekstrem. Masalah ini memerlukan penyelesaian secara bertahap dan kolektif. Karena itu, bulan suci Ramadan merupakan kesempatan besar untuk berderma. Paling tidak meringankan beban mereka yang rentan secara ekonomi. Di sinilah, kesalehan sosial merupakan wujud ketaatan beribadah memberi jalan terbaik mengatasi masalah tersebut.
Kesalehan sosial adalah nilai Islam yang melihat kepedulian seseorang terhadap kepentingan masyarakatnya sebagai bagian dari ibadah.

BERITA REKOMENDASI