Hingga Hari Ini, Pendaftar CPNS 2019 Tembus 1.731.661 Orang

JAKARTA, KRJOGJA.com – Jumlah pelamar pada pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 kian bertambah. Hingga Kamis, 14 November 2019 sore, total pendaftar sudah mencapai lebih dari 1,7 juta orang.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyampaikan melalui Twitter resminya, @BKNgoid, hingga Kamis (14/11/2019) pukul 15.43 WIB, status pendaftar CPNS yang telah membuat akun di portal sscasn.bkn.go.id ada sebanyak 1.731.661 orang.

Dari jumlah tersebut, 382.549 orang diantaranya sudah mengisi formulir, dan 115.014 orang telah submit formasi CPNS pilihannya.

Kumpulan angka tersebut telah meningkat pesat dibanding malam sebelumnya, yaitu Rabu (13/11/2019) pukul 21.30 WIB.

Adapun jumlah pelamar di waktu tersebut menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, status pendaftar CPNS yang telah membuat akun di portal sscasn.bkn.go.id ada sebanyak 1.359.841 orang.

Dari jumlah tersebut, 252.586 orang diantaranya sudah mengisi formulir, dan 66.783 orang telah submit formasi CPNS pilihannya.

Hal ini menunjukkan, meski belum sampai sehari penuh (24 jam) dari laporan terakhir, ternyata jumlah pelamar bertambah sebanyak 371.820 orang.

Meski pendaftaran online seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemda DIY sudah bisa dilakukan sejak Senin (11/11/2019) malam, namun sampai Selasa (12/11/2019) belum ada yang mendaftar secara online. Diduga hal ini karena ketatnya persaingan dan masih adanya instansi maupun pemerintah kabupaten/kota yang belum mengumumkan seleksi CPNS, sehingga membuat mereka lebih bersikap selektif dalam menentukan pilihan.

"Berdasar data, sampai Selasa sore belum ada calon peserta seleksi CPNS yang mendaftar di Pemda DIY. Padahal yang mencari informasi, termasuk lewat media sosial, terkait proses seleksi CPNS dan persyaratannya, sudah sekitar 3.000 orang," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY, Agus Supriyanto saat dihubungi KRJOGJA.com, Selasa (12/11/2019).

Agus menduga, para calon peserta seleksi CPNS lebih memilih menunda melakukan pendaftaran. Tujuannya untuk memastikan posisinya benar-benar aman. Mengingat semua instansi dan kabupaten/kota belum mengumumkan seleksi CPNS. Jadi pendaftar lebih memilih melihat banyak sedikitnya peluang yang dimiliki, 

"Bila dilihat dari perkembangan dan situasi yang ada, calon peserta seleksi CPNS lebih memilih mendaftar pada pertengahan sampai akhir pendaftaran. Selain untuk mengantisipasi adanya trouble (gangguan), mereka berharap bisa memetakan peluang yang dimiliki," ungkap Agus.

Saat dimintai tanggapan soal kemungkinan adanya gangguan teknis dan antisipasi yang dilakukan saat proses seleksi, Kepala BKD DIY menjelaskan sudah ada tim dari BKN yang akan menangani. Mengingat kewenangan berkaitan dengan itu sepenuhnya ada di BKN, sedang BKD DIY lebih berkaitan dengan mempersiapkan tempat ujian, kursi, komputer dan fasilitas pendukung lainnya.

"Supaya pelaksanaan seleksi CPNS nantinya bisa tertib dan lancar, saya berharap disiapkan dengan sebaik-baiknya," ujar Agus.

Terpisah Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Sri Paku Alam X meminta kepada calon peserta seleksi CPNS untuk selalu mengedepankan kejujuran dan rasa percaya diri. Dengan begitu, mereka tidak mudah terpengaruh adanya tawaran dari seseorang yang mengaku bisa membantu untuk meloloskan seleksi. Terlebih dalam seleksi CPNS, semua tahapannya sudah menggunakan komputer, sehingga prosesnya lebih kredibel dan transparan. Karena hasil tes bisa langsung diketahui begitu peserta selesai mengerjakan soal.

"Saya minta masyarakat jangan percaya dengan calo yang mengaku bisa membantu meloloskan seleksi. Karena dengan sistem komputer, tentu joki maupun calo jadi semakin kesulitan untuk menembus," kata Wagub DIY.(*)

BERITA REKOMENDASI