Hoaks Jadi Hambatan Vaksinasi di Indonesia

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah mengklaim banyaknya kabar bohong atau hoaks di tengah masyarakat menjadi salah satu hambatan terbesar pelaksanaan proses vaksinasi virus corona (SARS-CoV-2) di Indonesia.

Ketua Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID‑19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Niken Widiastuti menyebut, hoaks itu yang kemudian membuat masyarakat enggan untuk mempercayai vaksin yang sedang diusahakan oleh pemerintah.

“Di Indonesia, dengan banyaknya disinformasi atau misinformasi, atau banyaknya hoaks yang terkait dengan vaksinasi,” kata Niken.

Menurutnya, beberapa contoh hoaks juga disinformasi yang acap menyeruak ke publik belakangan ini di antaranya sertifikasi kehalalan vaksin. Kemudian, dampak atau Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

Terakhir, Niken menuturkan pihaknya menemukan banyak hoaks terkait efektivitas dan keamanan vaksin. “Tentunya ini merupakan hambatan terbesar untuk bisa melaksanakan ataupun melindungi masyarakat dari berbagai penyakit berbahaya yang sebetulnya bisa dicegah dengan adanya imunisasi ataupun vaksinasi ini,” kata Niken. (*)

BERITA REKOMENDASI