Hujan Buatan untuk Padamkan Kebakaran Hutan Terhambat

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut proses modifikasi cuaca dengan hujan buatan terkendala dengan ketiadaan awan.

Hal ini dikatakan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Dwikorita menuturkan BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah siaga dalam persoalan karhutla sejak enam bulan lalu.

"Persoalannya saat ini untuk membuat hujan buatan itu perlu bibit awan," ujar Dwikorita.

"Tadi kalau kita lihat citra satelit dari Himawari (-8 Rainfall Potential) saat ini di atas Kepulauan Indonesia itu bersih, tidak terlihat awan," sambungnya.

Dwikorita menjelaskan saat ini sudah dibangun dua posko di Halim dan Kupang sebagai markas koordinasi operasi. Dalam hal ini, kata dia, BMKG berperan untuk menganalisa dan memprediksi kemungkinan penyemaian awan. (*)

BERITA REKOMENDASI