Humoriezt Bangkit Kembali, Bukan Sebagai Genk Remaja

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dahulu dikenal sebagai genk remaja, kini Humoriezt hadir kembali di tengah masyarakat dengan warna baru. Kelompok yang namanya pernah tenar sekitar tahun 1996 tersebut sekarang menjelma sebagai kelompok yang santun dan jauh dari kekerasan. Dibawah kepemimpinan pengacara kondang Enji Puspo Sugondo SH, Humoriezt siap menjadi organisasi masyarakat (ormas) untuk mewadahi ekspresi kaum muda.

Humoriezt lahir kawasan di Mrican Depok Sleman pada tahun 1988. Kelompok ini didirikan oleh sekompok pemuda di Mrican kala itu dijadikan sebagai tempat mereka berkumul serta nongkrong untuk berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan anak muda.

Namun dalam perkembangannya, anggota Humoriezt banyak berasal dari golongan pelajar. Usia muda para pelajar dalam fase mencari jati diri serta identitas membuat anggota kelompok ini tak jarang terlibat perkelahian maupun keributan sehingga menyeret nama Humoriezt kala itu yang diidentikkan dengan genk remaja.

Ketua Umum Humoriezt, Enji Puspo Sugondo SH menegaskan Humoriezt yang dahulu berbeda dengan sekarang. Usia 31 tahun telah mendewasakan Humoriezt untuk selalu belajar dari pengalaman dalam berorganisasi.

"Humoriezt saat ini tentunya jauh berbeda dengan yang dulu. Humoriezt saat ini lebih menjadi organisasi yang peduli terhadap sesama dan menekankan pada kegiatan sosial maayarakat," jelas Enji Puspo Sugondo disela parayaan hari jadi ke-31 tahun Humoriezt di Balai Desa Caturtunggal Depok Sleman, Sabtu (23/11/2019).

Enji Puspo Sugondo yang juga sebagai Pembina LBH Janoko ini menegaskan, para pendiri dan senior di Humoriezt menginginkan kolompok ini tetap eksis. Anggapan tentang Humoriezt yang lekat dengan dunia kekerasan harus dihilangkan dengan cara mengubah diri menjadi kelompok yang lebih baik.

Walau kini para anggota Humoriezt sudah tak muda lagi namun semangat yang diusung tetap mewakili kaum milenial. Bahkan kelompok ini sangat membuka diri bagi pelajar maupun remaja serta pemuda untuk bergabung guna bersama-sama membesarkan Humoriezt.

"Humoriezt justru ingin merangkul kaum muda. Di sini kami ingin membina kaum muda untuk jauh dari narkoba, kekerasan maupun hal-hal yang bersifat kurang baik lainnya," tambahnya.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, dalam waktu dekat Humoriezt akan mendaftarkan diri untuk resmi sebagai ormas. Dengan menjadi ormas, Humoriezt akan memiliki tanggungjawab yang besar kepada bangsa dalam membentuk dan membina para anggotanya.

Peringatan hari jadi Homoriezt ini juga hadir Ishaq Muataqim yang merupakan mantan ketua gengster di Montreal Canada. Pria keturunan kulit hitam ini menceritakan pengalamannya hidup di dunia hitam saat menjalani bisnis terlarang hingga membawanya keluar masuk penjara.

"Walau semuanya saya miliki, namun di sana tak ada kebahagiaan karena itu semua diperoleh dengan cara yang tidak benar. Oleh karena itu mari kita tinggalkan itu semua dan berubah menjadi orang yang baik dan berguna," kata Ishaq Muataqim memberikan motivasi.

Dalam kesempatan ini dilakukan pula penggalangan dan lelang kaos Humoriezt bertandatangan Ishaq Muataqim yang laku seharga Rp 1.500.000. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan Humoriezt melalui kegiatan sosial diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. (Van)

BERITA REKOMENDASI