HUT ke-35 Girli Yogyakarta Ruangkan Seni Sosial

Editor: Ary B Prass

KOMUNITAS Keluarga Pinggir Kali (Girli) Yogyakarta memeringati Hari Ulang Tahun ke-35 dengan menggelar banyak acara menarik. Rangkaian acara digelar sejak Senin (7/11/2016) dan akan berakhir tepat di Hari Pahlawan, Kamis (10/11) mendatang. Wiryo "Heru Girli" Warisno, Koordinator acara, menjelaskan bahwa sebenarnya Girli tidak pernah merayakan HUT mereka atau membuat seremonial.

"Tapi, ada dua murid kesayangan Romo Mangun yang bilang kalau Girli harus muncul ke permukaan dan akhirnya kami buat rangkaian acara yang bisa dibilang menjadi perayaan HUT ke-35," katanya saat ditemui di Jalan Malioboro, belum lama ini.

Rangkaian acara dimulai dengan melukis bersama di kawasan Malioboro bersama puluhan anggota keluarga Girli dan masyarakat. Selain melukis bersama ada juga pertunjukan musik di trotoar yang dimainkan dan membuat suasana Malioboro makin meriah. "Melalui acara ini kami ingin bilang bajwa kesenian harus mempunyai ruang kebebasan. Apapun selama itu positif, tidak merugikan, dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat, seni harus punya ruang," sambung Heru.

Sebelum melukis bersama, Keluarga Girli bersama-sama berziarah ke Komplek Pemakaman Terban Yogyakarta dan sejumlah komplek pemakaman lain. Mereka menziarahi rekan-rekan mereka yang lebih dulu berpulang. Selanjutnya, Selasa (8/11/2016) hari ini mereka akan melanjutkan rangkaian peringatan HUT dengan bersih-bersih Pantai Parang Ndog dan Penanaman Pohon.

Keluarga Girli adalah komunitas yang dibesarkan oleh Romo Mangun. Ajaran sosial Romo Mangun pun melekat pada seluruh anggota. Hal ini juga yang mendasari mereka melakukan kegiatan sosial seperti bersih-bersih pantai dan menanam pohon. Keluarga ini, tegas Heru, harus punya manfaat untuk orang banyak. Seperti hari Rabu (9/11/2016) contohnya, mereka juga menggelar Workshop layang-layang dan renungan di Pantai Parang Ndog.

"Perenungan dan Workhsop bakal diikuti sama banyak komunitas rupa dan seni musik dari seluruh Indonesia. Dari Kupang, Bali, Batam, dan lain-lain sudah komunikasi bakal datang. Rangakaian acara ditutup Kamis (10/11) di Pantai Parang Ndog. Kami bikin pentas musik dan kesenian tradisional," tutup Heru.(Des)

 

BERITA REKOMENDASI