HUT Kemerdekaan RI, Pegadaian Guyur CSR Rp 1,7 M di Pulau Buru

Editor: KRjogja/Gus

MALUKU, KRJOGJA.com – PT Pegadaian (Persero) mengguyur Pulau Buru, Maluku dengan dana CSR mencapai Rp 1,7 miliar. Dana ini diperuntukkan untuk bidang pendidikan, bedah rumah, hingga kesehatan dan lingkungan.

 

"Di hari kemerdekaan ini Pegadaian memberikan bantuan dana CSR dan Bina Lingkungan senilai Rp1,7 miliar di Kabupaten Buru, sebagai rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri di 34 Provinsi di Tanah air," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dalam keterangannya. Sabtu (17/08/19).

Hal itu disampaikan Kuswiyoto selaku inspektur dalam upacara Alun-Alun MTQ Kota Namlea, Maluku.

Menurutnya, pengembangan wilayah seperti Namlea perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan garda depan sebuah negara. Untuk itu, Pegadaian sebagai agen pembangunan merasa penting untuk terus melakukan pembangunan Indonesia di kota ini.

"Upacara 17 Agustus kali ini sangat istimewa, karena Pegadaian dapat menyelenggarakan di tempat bersejarah, Namlea yang merupakan ibukota Pulau Buru pada saat penjajahan oleh Belanda," ucapnya.

Kuswiyoto menyebut, sebagai perusahaan negara harus ikut serta membangun dan menjadi agen perubahan di berbagai wilayah. Mengutip pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dihadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah, "bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta, bukan hanya Jawa." Oleh sebab itu Pegadaian hadir di berbagai kota, dan saat ini sudah mencapai 4.200 kantor cabang dan jaringan di seluruh Indonesia.

Pulau Buru merupakan salah satu gugusan pulau di Kepulauan Maluku. Pulau ini memiliki luas 8.473,2 km persegi dengan panjang garis pantai 427,2 km. Dalam catatan sejarah, Pulau Buru dulunya merupakan kamp konsentrasi dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan tempat pembuangan tahanan politik di era Orde Baru.

Kabupaten Buru merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam seperti cengkih, emas, dan mutiara. Bahkan Namlea terkenal akan dataran rendah yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan, serta pantai yang indah.

"Banyaknya kekayaan alam yang ada di Provinsi Maluku merupakan sebuah cerminan bahwa Bangsa Indonesia sangatlah kaya. Maka itu, kita sebagai anak bangsa harus menjaga betul-betul dan sebaik-baiknya kekayaan alam kita. Menjaga kekayaan alam merupakan salah satu bentuk cinta terhadap Tanah Air yang berlandaskan Pancasila," ungkapnya.

Dana CSR yang dikucurkan Pegadaian Rp 1,7 miliar berupa 2.000 paket sembako, 10 paket renovasi rumah, sarana air bersih di dua titik, elektrifikasi 50 Rumah Tangga Sasaran (RTS), 50 titik Mandi Cuci Kakus (MCK), 25 beasiswa, dan taman bacaan bagi siswa SMK.
Pegadaian dan BUMN lainnya ikut membangun sumber daya manusia dengan program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) yang merupakan kegiatan pertukaran pelajar untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air kepada para siswa SMA/SMK. Tahun ini, SMN yang dilaksanakan oleh PT Pegadaian (persero) sebagai PIC dengan PT Pelni (persero) sebagai Co PIC, mengirim 20 pelajar asal Maluku untuk ke Jakarta. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI