IAW Soroti Jajaran Direksi PLN yang Gemuk

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar menilai jajaran Direksi PT PLN (Persero) menjadi gemuk di bawah kendali Sofyan Basir karena jumlah direksi di zaman Nur Pamudji dan Dahlan Iskan, hanya lima orang, sekarang malah menjadi 13 orang.

“Untuk jajaran direksi ada tujuh orang, direktur bisnis regional dan dua direktur pengadaan. Lalu di bawah mereka menjadi harus ada 40-an orang kepala divisi. Begitu juga kantor wilayah. Dahulu, termasuk Dili, hanya ada 10 orang, sekarang hampir di tiap provinsi ditempatkan kantor wilayah,” kata Junisab, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (15/10/2017).

Dahulu, lanjutnya, kantor wilayah membawahi Unit Induk Pembangunan (UIP) hanya lima orang, sekarang 16, sedangkan general manager (GM) yang dahulu hanya 15, sekarang 54 orang. Padahal, tegas Junisab, sekarang era komputerisasi dan digitalisasi yang membuat peran manusia semakin berkurang, namun hal tidak berlaku.

Selain itu Junisab menyoroti tentang ukuran kedua mengenai Sofyan dinilai mampu menempatkan ‘orangnya’ di posisi keuangan, SDM, pengadaan dan satuan pemeriksa interen (SPI). Hal ini jarang bisa dilakukan oleh direktur utama BUMN pasca Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bersamaan dengan itu ujar Junisab, gaji, biaya operasional dinas, biaya perobatan, bonus dan potongan dana pensiun dinaikkan jor-joran. Hal ini juga menjadi sorotan IAW. Bahkan, tutur Junisab, IAW juga menyoroti soal pendiaman atas kasus dugaan penggelembungan biaya pembelian mesin untuk PLTD. (Ful)

 

PLN

BERITA REKOMENDASI