Ibunda SBY Dimakamkan di Tanah Kusir

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku ada peran mendiang istrinya, Ani Yudhoyono dalam hal pemilihan TPU Tanah Kusir, Jakarta, sebagai tempat peristirahatan terakhir almarhumah ibundanya, Siti Habibah. SBY menceritakan semasa ibundanya masih hidup, dan beberapa bulan sebelum isterinya divonis mengidap kanker darah dan dirawat intensif, Ani sempat berbincang dengan dirinya.

"Pepo, ibu kita eyang Habibah keadaannya sudah seperti ini, kita harus memikirkan, bukan mendahului kehendak Allah, tapi kalau dipanggil (Allah), eyang Siti Habibah mau dimakamkan di mana, apakah di Madiun atau di Jakarta," ucap SBY, mengutip perkataan Ani ketika itu.

SBY mengatakan opsi pemakaman di Madiun lantaran ibu dari ibundanya Siti Habibah dimakamkan di sana. Namun dirinya merupakan anak tunggal, dan Siti Habibah ibundanya itu hanya memiliki dua cucu yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

Atas pertimbangan itu, ujar dia, Ani Yudhoyono kala itu mengusulkan agar makam disiapkan di Jakarta, agar lebih dekat. "Saya waktu itu menjawab, dua-duanya mungkin. Bisa di Madiun atau di Jakarta. Tanpa saya ketahui rupanya ibu Ani sudah jalan menuju beberapa tempat dan itu memori saya," kata SBY.

SBY mengatakan Ani Yudhoyono merupakan orang yang paling tekun dan paling sabar jika menjenguk ibundanya. Saat Ani akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Singapura, Ani sempat meminta kepada SBY untuk menjenguk dan bertemu Siti Habibah dan ibu Ageng yang merupakan ibunda Ani. Saat itu SBY mengatakan agar menjenguk dilakukan nanti setelah pemeriksaan di Singapura saja. "Tapi ternyata ibu Ani tetap datang menemui eyang Siti Habibah dan ibu Ageng. Ternyata itu pamitan beliau," kata SBY.

Saat Ani wafat, lanjutnya, ibundanya tengah dirawat di ICU sehingga sulit memberitahukan bahwa Ani telah wafat. SBY mengatakan saat masa kritis Jumat malam kemarin, ibunya sempat menitikkan air mata seolah menanyakan di mana Ani Yudhoyono. "Air matanya keluar mungkin bertanya kenapa ibu Ani tidak ada. Makanya semalam saya bisikkan, 'eyang, mamanya Agus, memo, sudah pulang ke rahmatullah, tapi sampai akhir hayatnya memo sangat menyayangi eyang'," kata SBY. (*)

BERITA REKOMENDASI