Immawan – Martanti Laporkan Perusakan APK ke Bawaslu

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Pasangan nomor urut 2 pada Pilkada Kabupaten Gunungkidul, Immawan Wahyudi – Martanti Soenar Dewi melaporkan perusakan alat peraga kampanye (APK) miliknya. Perusakan ini terjadi di sejumlah titik di Padukuhan Keblak Kalurahan Ngeposari Kapanewon Semanu. Lebih dari 10 APK ditemukan rusak dan tercabut dari tempatnya.

Tim Sukses Immawan – Martanti, Wisnu Dwi Atmojo yang melaporkan kejadian ini ke Bawaslu mengungkapkan jalur hukum ditempuh karena kejadian ini mengandung unsur kesengajaan. Menurut politisi muda Partai NasDem ini, unsur kesengajaan ditemukan setelah tim dari Garda Pemuda NasDem meninjau ke lokasi kejadian.
“Sedikitnya ada 15 banner resmi di 6 titik yang dirusak orang tak dikenal,” jelasnya, Selasa (06/10/2020).

Wisnu yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD NasDem Gunungkidul ini berharap kasus tersebut diusut tuntas agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat. Ia pun meminta kepada para pendukung pasangan yang diusung oleh Partai NasDem itu tidak terpancing isu-isu provokatif.

“Kita tidak terpancing untuk memperkeruh suasana. Masyarakat pun dapat menilai mana pasangan yang ingin Pilkada berjalan fair dan masa pasangan yang ingin Pilkada gaduh,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pasangan dengan tagline ‘Bismillah Gaas’ ini sedang fokus mengedepankan kampanye positif dan kreatif. Dengan cara ini, pihaknya terus berkomitmen menjaga suasana kondusif agar pesta demokrasi berjalan menyenangkan.

“Sejak awal kami mengusung politik gagasan, bukan kekacauan apalagi saling serang. Hal-hal yang sifatnya pelanggaran seperti perusakan (APK), kami tak tinggal diam. Kami laporkan sesuai aturan agar Pilkada berjalan aman,” kata Wisnu.

Sementara itu dihubungi terpisah, calon bupati nomor urut 2, Immawan Wahyudi memilih tenang perihal perusakan gambar dirinya. Ia menilai, kejadian ini membuatnya semakin kuat untuk terus berjuang.

“Kami baru saat-saat akhir mendapat kepastian maju. Bergerak pun belum lama, tapi baru memasang APK sudah dirusak. Ini bukti kami diperhitungkan, sekaligus menandakan banyak yang tak mau bersaing sehat,” tandas Immawan. (*)

BERITA REKOMENDASI