Implementasi Kinerja PEN DIY 2021 Dinilai Lebih Baik

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Implementasi kinerja pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di DIY dinilai cukup bagus do the track sampai dengan 23 Juli 2021. Kenaikan anggaran PEN membutuhkan tambahan anggaran Rp 55,21 triliun, yang diperoleh dari hasil refocusing anggaran pada setiap Kementerian/Lembaga (K/L) untuk terus meneliti dan menyisir anggaran baik K/L maupun daerah dan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Tahun 2020.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY Sahat M.T. Panggabean menyampaikan program PEN merupakan instrumen utama yang digunakan Pemerintah dalam rangka penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi sebagai dampak terjadinya pandemi sejak 2020 maupun 2021. Total alokasi anggaran Program PEN dalam APBN 2021 sebesar Rp 699,43 triliun meningkat dibandingkan 2020 yang besarnya Rp695,2 triliun.

“Program PEN 2021 kembali ditingkatkan menjadi Rp744,75 triliun terutama untuk memberikan tambahan dukungan penanganan kesehatan dan perlindungan sosial di tengah peningkatan kasus Covid-19 dalam perkembangannya,” ujarnya di Yogyakarta, Jumat (30/7).

Sahat menyatakan anggaran perlindungan sosial naik dari Rp153,86 triliun menjadi Rp187,84 triliun. Anggaran ini ditujukan guna perpanjangan beragam bantuan sosial (bansos) mulai dari subsidi kuota internet, bansos tunai usulan Pemda, hingga bantuan tambahan beras Bulog 10 Kg. Sementara itu anggaran dukungan penanganan kesehatan naik dari Rp193,93 triliun menjadi Rp214,95 triliun. Dana digunakan untuk membayar kenaikan klaim RS pasien Covid-19, insentif Nakes, pembangunan RS Darurat, dan percepatan vaksinasi, serta penebalan PPKM

“Realisasi dari klaster perlindungan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) Rp305,80 miliar kepada 464.555 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Sembako Rp359,02 miliar kepada 1.795.102 KPM dan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp160,94 miliar kepada 536.460 KPM. Disusul penyaluran Program Kartu Prakerjar Rp228,31 miliar kepada 64.312 KPM, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Rp 84,7 miliar kepada 282.348 KPM dan penerima bantuan subsidi paket kuota data internet Kemendikbud mencapai 795.935 orang,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI