Impor Jeroan Picu Harga Daging Sapi Tinggi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Rencana pemerintah pusat yang akan mengimpor jeroan sapi dikhawatirkan akan membuat harga daging sapi lebih tinggi. Pemerintah diminta berhati-hati dalam menggulirkan kebijakan tersebut agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Rochadi Tawaf mengatakan, dengan adanya impor jeroan terlalu banyak akan mendistorsi pendapatan para pedagang jeroan, yaitu para jagal. Jika pendapatan para pedagang jeroan terdistorsi, dia khawatir justru harga daging akan melonjak.

"Para pedagang akan menimpakan atau membebankan pendapatan ke daging sehingga harganya naik. Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," ujar Rochadi.

Lagi pula, Rochadi memandang masyarakat tidak mengeluhkan kekurangan pasokan jeroan sejauh ini. Di Jawa Barat, khususnya, dia mendengar pasokan tercukupi dan tak ada keluhan.

Rochadi menekankan kepada pemerintah agar sangat berhati-hati. Jeroan yang terdiri atas kaki, kulit, kepala, hati, jantung, dan paru itu adalah tingkat keuntungan para jagal yang tidak mengompensasi harga daging.

Menurut dia, apabila harga jeroan ditekan oleh pemerintah, otomatis harga daging akan naik. Jeroan merupakan nilai tambah para pedagang. "Ketika rugi di satu tempat, harga komoditas lain pada sapi akan dinaikkan. Jika dia rugi di daging, harga jeroan yang dimahalkan," katanya. (*)

BERITA REKOMENDASI