Indonesia Ajak Dunia Atasi Masalah Sampah Laut

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia mengajak kalangan dunia dalam Konferensi Kelautan Dunia di Markas Besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, untuk bekerjasama dalam mengatasi masalah sampah plastik di laut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir dalam konferensi tersebut menjelaskan, tujuan Konferensi Kelautan Dunia PBB adalah untuk melakukan kerja sama menyelesaikan masalah kelautan di dunia.

"Dalam konferensi ini kami para peserta berkomitmen untuk saling bekerjasama satu sama lain untuk mengatasi masalah ini. Terkadang orang melihat kami, Indonesia, sebagai korban (sampah plastik di laut) karena posisi negara kami yang strategis. Tetapi kami berpikir masalah ini harus diatasi dengan kerja sama antarnegara," katanya.

Luhut mengatakan, ada tiga hal pokok yang didiskusikan dalam konferensi tersebut. Pertama, mengenai cara mengatasi masalah sampah, masalah penangkapan ikan liar (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing/IUUF), serta upaya mengimplementasikan hasil diskusi.

Indonesia, menurut dia, telah menerapkan beberapa aksi untuk mengurangi persoalan sampai di laut. Terutama yang bersifat sosialisasi untuk memperbaiki pandangan masyarakat soal sampah.

"Kami memasukkannya dalam kurikulum sekolah, melakukan sosialisasi ke lingkup terkecil di masyarakat, meminimalkan pembuangan sampah plastik ke laut dan sebisa mungkin melakukan pemungutan sampah plastik di laut," katanya.

Pemerintah Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional untuk mengatasi sampah plastik di laut yang disusun dalam dalam lima pilar. Yakni perubahan perilaku, mengurangi produksi sampah di darat, mengurangi produksi sampah dari aktivitas di laut, mengurangi produksi dan penggunaan sampah, serta meningkatkan mekanisme pendanaan, reformasi kebijakan dan penegakan hukum. (*)

BERITA REKOMENDASI