Indonesia Tegas Tolak Negosiasi dengan Tiongkok Soal Laut China Selatan

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia dengan tegas menolak tawaran China untuk negoisasi soal perairan Laut China Selatan. Menurut pemerintah tidak ada klaim yang tumpang tindih dengan China di zona ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia.

China sebelumnya mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Selasa (02/06/2020). Tirai Bambu dalam suratnya mengakui tidak ada klaim tumpang tindih dengan wilayah Indonesia, tetapi tetap ada sengketa soal hak-hak perairan Laut China Selatan.

“China bersedia menyelesaikan klaim yang tumpang tindih melalui negosiasi dan konsultasi dengan Indonesia, dan bekerja sama dengan Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan,” tulis surat dari China kepada Sekjen PBB.

Surat dari Beijing itu merupakan tanggapan atas surat yang telah dikirim Indonesia kepada PBB, Selasa (26/05/2020) lalu. Dalam surat yang dikirimkan itu Indonesia dengan tegas menolak peta Nine Dash Line atau sembilan garis putus-putus China yang mengklaim hampir semua jalur perairan Laut China Selatan.

“Berdasarkan UNCLOS tahun 1982, Indonesia tidak memiliki klaim yang tumpang tindih dengan Tiongkok, sehingga tidak relevan untuk mengadakan dialog tentang penetapan batas-batas laut,” kata Direktur Jenderal Hukum internasional dan Perjanjian Kementerian Luar Negeri Indonesia, Damos Dumoli Agusman.

Damos merujuk pada pernyataan Kemenlu RI pada 2020 yang menegaskan tidak ada sengketa wilayah dengan Tiongkok di Laut China Selatan berdasarkan pernjanjian Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982. “Dinyatakan bahwa kami menolak (negosiasi apa pun),” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI