Indonesia Tuan Rumah ACCAHZ Tingkat ASEAN Ke-14

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRjogja.com – Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan ASEAN Coordinating Center for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) Preparatory Committee ke-14 yang dihadiri oleh seluruh perwakilan negara anggota ASEAN, ASEAN Sekretariat dan FAO Regional Asia Pacific. 

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, I Ketut Diarmita menyebutkan tentang pentingnya pembentukan ACCAHZ sebagai manifestasi tekad dan komitmen ASEAN dalam melindungi kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan, serta memastikan kecepatan respon kejadian terkait kasus penyakit hewan dan zoonosis.

"Khususnya penyakit hewan lintas batas (tranboundary animal diseases/TADs) di wilayah regional ASEAN," kata I Ketut dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (28/6/2018). Ia sebelumnya membuka pertemuan ACCAHZ di Yogyakarta selama tiga hari kedepan. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Veteriner Wates dan perwakilan Dinas Pertanian Provinsi DIY. 

Pembentukan ACCAHZ telah diinisiasi sejak tahun 2012, dan perjanjian kerjasama ACCAHZ telah ditandatangani oleh seluruh Menteri Pertanian negara-negara anggota ASEAN pada pertemuan ASEAN Ministry of Agriculture and Forestry (AMAF) ke-38 di Singapura pada tanggal 7 Oktober 2017 lalu. 

I Ketut menekankan, seperti halnya kesepakatan antar negara, kesepakatan ASEAN melalui ACCAHZ bertujuan meningkatkan kerjasama teknis dan perdagangan yang saling menguntungkan dengan komitmen dan perencanaan serta implementasi yang baik. Indonesia mempertahankan status bebas penyakit hewan tertentu yang dipandang strategis oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) antara lain penyakit Mulut dan Kuku, Sapi Gila dan Rinderpest. 

"Hal itu merupakan nilai lebih bagi Indonesia dalam upaya pengendalian penyakit serta jaminan keamanan produk hewan di wilayah ASEAN, sehingga dapat meyakinkan dan memperlancar proses ekspor hewan dan produk hewan ke negara-negara di kawasan ASEAN," kata Ketut. Pada momen ini juga dimanfaatkan Indonesia untuk promosi ekspor hewan dan produknya. (Ful)

BERITA REKOMENDASI