Industri Kemasan Meningkat Tahun Ini

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com — Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, memperkirakan pada tahun 2018 ini industri kemasan akan mengalami peningkatan hingga 6 persen. Bahkan diperkirakan industri ini akan terus berkembang hingga tahun 2022 seiring dengan berkembangnya sektor makanan, minuman, dan farmasi.

“Hingga 2022 industri kemasan akan terus berkembang seiring meningkatnya tren ready to eat. Bahkan pada tahun ini industri kemasan tumbuh 5,5-6 persen,” kata Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier di sela-sela pameran Allpack yang di Jakarta International Expo mulai 17- 20 Oktober 2018.

Menurutnya, tren ready to eat, memengaruhi pertumbuhan industri makanan dan minuman. Dia memaparkan, dalam catatan Kementerian Perindustrian, sektor makanan dan minuman (mamin) tumbuh 8,7 persen pada semester I/2018. Adapun, sektor makanan dan minuman memberi kontribusi terbesar bagi industri kemasan sebesar 68%.

Pameran industri kemasan ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan meningkatkan gairah industri kemasan. Apalagi lebih dari 800 perusahaan yang hadir dalam pagelaran tahun ini, dengan jumlah pengunjung ditaksir mencapai 37.000 orang.

Dijelaskan, pameran ini juga menjadi kesempatan pertukaran informasi antar berbagai sektor pengemasan, baik itu pertukaran informasi dan teknologi industri pengemasan.

Sementara itu Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman memperkirakan pertumbuhan industri mamin selama 2018 sekitar 8-9 persen. Sedangkan tahun lalu industri makanan dan miniman tumbuh 9,23 persen. Sektor ini berkontribusi tertinggi terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas sebesar 35,87 persen.

“Diharapkan masih bisa tercapai, meskipun laba diperkirakan menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya. (Lmg)

 

BERITA REKOMENDASI